Oknum PP Keroyok Wartawan Sumedang Ekspres

6 May 2013 23:22 WIB
 
0
1669
Mamat saat melapor ke Polres Sumedang.
Mamat saat melapor ke Polres Sumedang.

KOTA- Wartawan Sumedang Ekspres Mamat Munandar dikeroyok oknum anggota ormas Pemuda Pancasila (PP) Sumedang, Senin (6/4) pukul 14.00. Korban mengalami luka di bagian wajah, pinggang dan kaki. Bahkan helm yang dikenakan pecah dan ID Card raib

Peristiwa itu bermula saat Mamat melakukan konfirmasi ke sekretariat DPC Pemuda Pancasila di kawasan Angkrek Kelurahan Situ Kecamatan Sumedang Utara terkait ketegangan antara ormas PP dan Buah Batu Corps (BBC) di kawasan Rancamulya.

Sayang saat itu ketua  DPC Pemuda Pancasila Agus Muslim tak ada di tempat. Mamat melakukan wawancara dengan wakilnya. Mamat kemudian memotret sejumlah anggota PP yang sedang ada di sekretariat tersebut. Tak lama kemudian datang rombongan anggota PP menggunakan enam motor atau sekitar 10 orang. Tanpa  basa basi Mamat yang sedang memotret dipukuli. Temannya yang lain juga ikut memukuli Mamat.

“Naon maneh moto-moto (Mengapa kamu foto-foto),” kata salah seorang anggota sembari melayangkan bogemnya ke bagian wajah. Rekan anggota PP lainnya pun ikut mengeroyok Mamat. Mamat saat itu berteriak bahwa dia wartawan Sumeks. Tapi mereka tak peduli. Malah pukulan semakin bertubi-tubi. Ada yang menendang perut dan menginjak kaki. Untung kepala Mamat menggunakan helm sehingga pukulan tak langsung sampai kepala, namun helm yang dikenakan pecah. Aksi brutal itu terhenti setelah rekan lainnya yang berada di dalam ruangan berteriak stop.

Dengan wajah yang lebam Mamat langsung menuju kantor Redaksi di Jalan Cut Nyak Dien 117 Sumedang dengan wajah masih syok. Kemudian diperiksa di RSU Sumedang.  Setelah itu Mamat lapor ke Mapolres Sumedang.

“Saya trauma dengan kejadian ini. Padahal saya sudah meminta mereka menyetop untuk memukuli saya. Mereka malah semakin keras menendang dan memukuli saya,” kata Mamat di depan penyidik Polres Sumedang.

Kasatreskrim Polres Sumedang AKP Suparma membenarkan pihaknya mendapat laporan dari Mamat dan anggota BBC yang sekretariatnya juga dirusak oleh ormas Pemuda Pancasila. “Ya memang ada ketegangan antara dua ormas. Rekan wartawan juga ada yang melaporkan kena pukulan,” kata Suparma.

Sementara itu Ketua DPC PP Sumedang Agus Muslim saat dikonfirmasi Sumeks melalui telepon selulernya mengatakan belum tahu persis kejadiannya karena sedang berada di Surabaya.

“Wah nanti saja saya sampai di Sumedang diselesaikan. Maklum lah anak-anak sedang kalut,” katanya.

Aksi kekerasan terhadap pers tersebut mengundang reaksi dari sejumlah kalangan, Direktur Harian Pagi Sumedang Ekspres Dadan Alisundana, tindakan oknum Pemuda Pancasila itu sangat memalukan. “Itu tindakan barbar tak pantas   dilakukan oleh ormas yang mengagungkan pancasila. Seorang yang mengagungkan Pancasila seharusnya santun, beradab dan mulia,” katanya.

Menurut Dadan nilai-nilai Pancasila sangat menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Resapi saja sila kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Tindakan pengeroyokan itu bertolak belakang dengan nilai kemanusiaan. “Sekatang kita tanya  jiwa Pancasila macam apa yang mereka anut? Justru tindakan barbar itu sangat menodai keluruhan falsafah Pancasila. Ini sangat naïf sekali,” katanya.

Ketua PWI Sumedang Helmi Zein juga ikut prihatin dengan aksi kekerasan kepada wartawan. Dia meminta masing-masing pihak menahan diri dan menghindari kekerasan kepada wartawan. Begitu juga yang disampaikan Ketua Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sumedang Asep Anang Supriatna. “Wah sudah bukan zamannya lagi main kekerasan. Sebaiknya kalau ada masalah dengan wartawan jangan main langsung pukul, kerja wartawan kan dilindungi undang-undang,” katanya. (rki/sep/ign)