Oknum Dewan Minta Jatah Ke Pengusaha

10 December 2012 08:08 WIB
 
0
Ilustrasi

SITURAJA – Para pengusaha kontruksi di Sumedang, terutama yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumedang mulai tak nyaman, dengan munculnya biaya dapil yang nilainya mencapai 5 persen dari total yang ditenderkan. Parahnya, jika dana tersebut tak dikocorkan akan menghambat pada pencairan dana.

“Biaya dapil itu adalah istilah baru untuk setoran buat anggota dewan yang mendapatkan dana aspirasi dewan yang turun perkecamatan. Kalau tak salah dananya itu perkecamatan sampai Rp 500 juta. Misalkan, saya anggota dewan dari dapil IV, nah biaya dapil tersebut buat itu,” kata Ketua Kadin Sumedang, H Piping Susanto SE, dalam sebuah acara di Situraja, Minggu (09/12).

Lanjut, Ketua Kadin, para pengusaha di Sumedang pada dasarnya menerima adanya ‘lobi-lobi’ tersebut asalkan dinyatakan dari awal agar para pengusaha dapat menganggarkan biaya tersebut. “Tapi kalau dari awal ada pengumuman proyek tender, muncul itu (biaya dapil), para pengusaha juga tak akan mempermasalahkan hal itu, namun mereka juga minta untuk dibantu dalam tender. Inikantidak kita sudah jumping (menurunkan harga tender), lagi melaksanakan proyek, mau mencairkan dana baru ada pungutan untuk biaya dapil. Itu yang para anggota kami merasa keberatan,” lanjutnya.

Sebut Piping, alasan oknum anggota dewan meminta ‘jatah’ dari dana aspirasi dewan, karena merasa jika cairnya dana tersebut berkat aspirasi mereka. Ironisnya, selain dana tersebut diminta melalui dinas terkait, ada juga oknum anggota dewan yang datang langsung menemui para pengusaha tersebut. “Memang istilahnya mereka meminta kesadaran para pengusaha untuk menyetorkan dana dapil itu, tapi ada juga yang secara tidak langsung mereka datang ke rumah pengusaha. Hal itukansecara tak langsung memberikan tekanan ke para pengusaha. Penekanannya pun bukan dengan cara omongan, tapi dengan SPM (Surat Perintah Membayar) yang ditekan tak dapat dicairkan dari dinas terkait ke pemborong,” lanjutnya.

PROMO CONTENT
loading...