Nur, Digerebek Warga Paniis

28 March 2012 08:31 WIB
 
1
1597
Saat di BAP di Mapolsek Darmaraja, Selasa (27/03). Nur, mengaku bulan Februari digarap 4 kali dalam semalam oleh AS, pasangan mesumnya.
Saat di BAP di Mapolsek Darmaraja, Selasa (27/03). Nur, mengaku bulan Februari digarap 4 kali dalam semalam oleh AS, pasangan mesumnya.
Saat di BAP di Mapolsek Darmaraja, Selasa (27/03). Nur, mengaku bulan Februari digarap 4 kali dalam semalam oleh AS, pasangan mesumnya.

DARMARAJA – Ditinggal suami bekerja di Jakarta, justru dimanfaatkan Nur alias Ne alias Eu (32), warga Dusun Paniis, RT 01, RW 05, Desa Cieunteung, Kecamatan Darmaraja, untuk berselingkuh dengan pria lain, AS (27), warga Kuningan, yang dikenalnya melalui telephon seluler.

Informasi yang dihimpun Sumeks dari tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan, warga RW 05, menggerebek pasangan bukan muhrim itu, sekitar pukul 23.00, Senin (26/03). Setelah warga curiga dengan motor yang terpakir di depan rumah Nur, sejak pukul 20.00, namun hingga pukul 22.00 motor tersebut masih tetap berada di sana.

“Sejumlah pemuda merasa curiga dengan terpakirnya motor berplat E, sejak pukul 8 hingga 10 malam, berada di depan rumah Nur, padahal suaminya sedang tidak ada di rumah. Mendapati hal itu, mereka lantas melapor ke saya,” tutur Tarsidi (40), Ketua RT 01, RW 05, Dusun Paniis, Desa Cieunteung, ditemui Sumeks di ke diamannya, Selasa (27/03).

Mendapat laporan itu Ketua RT lantas menuju rumah Nur, dan didapati 20 orang pemuda ada di sana, kemudian seorang diantaranya mengetuk pintu, karena tidak ada yang menjawab, kemudian digedor oleh Ayah Nur yang tiba di lokasi. Kemudian Nur keluar, warga langsung merangsek ke dalam.

“Pas pintu depan dibuka oleh Nur, lelaki itu terlihat menuju dapur hendak kabur, karena sudah membawa sendal dan tas serta memakai helm, namun dipintu dapur terdapat beberapa pemuda, karena rumahnya sudah dikelilingi pemuda dan ibu-ibu juga pada datang, kemudian dia kikuk, lari ke pintu depan,” lanjutnya.

Upaya lelaki itu untuk keluar dari pintu depan, ternyata langsung dihajar bogem mentah dari pemuda yang kesal atas ulah mereka. Akibatnya AS mengalami lebam di bagian muka. Beruntung saat kejadian Polisi dari Mapolsek Darmaraja segera ke TKP dan mengamankan lelaki itu.

Saat kejadian itu menurut Tarsidi, di rumah Nur hanya ditemani si bungsu yang sudah lelap, sementara dua anaknya, menginap di rumah neneknya yang berada di samping rumahnya. Sepertinya Nur lupa, jika si Pangais bungsu sudah berusia 6 tahun, merasa aneh dengan datangnya seorang lelaki bukan ayahnya di rumahnya, dia pun bercerita sama kakeknya, saat itu kakeknya pun mengintip, kelakuan anaknya.

Hal yang sama dikatakan, Ninih (36), saat itu menurutnya, beberapa pemuda melihat kakeknya sedang noong, dan barulah para pemuda itu memberitahukan hal itu ke ketua RT, jika dirumah Nur, akan dijadikan ajang mesum.

Ditemui di Mapolsek Darmaraja, Nur, mengatakan saat penggerebekan berlangsung dirinya, tengah makan, sementara pasangan mesumnya sedang tidur-tiduran di kursi. Ia pun mengaku saat itu belum melakukan hubungan suami istri, hanya saja ia mengatakan pada pertemuan pertama, ia melakukan hubungan laiknya suami istri dalam semalam 4 kali.

“Kalau semalam saya belum berhubungan intim, saya hanya ngobrol biasa. Pas warga datang itu, dia sedang tiduran dikursi depan, saya sendiri sedang makan. Begitu mendengar ketukan pintu, dia lari ke kamar. Dan saya melakukan hubungan suami istri selama 4 kali, dalam semalam pada bulan Februari lalu,” tutur Nur.

Ia menceritakan, kenalan kali pertama dimulai dari saling kirim pesan singkat dan saling telephon sekitar 3,5 tahun lalu, kemudian mereka pun pernah janjian kopdar di depan Pegadaian Kecamatan Darmaraja pada tahun 2009, hanya saja saat kopdar tersebut ia mengaku tidak sampai berhubungan suami istri.

“Pas ketemu itu saya hanya ngobrol saja, saya bilang saya belum punya suami dan dia bilang, dia juga masih bujangan,” ungkapnya.

Sejak itu hubungan mereka semakin erat, dan akhirnya pada Februari 2012 lalu, di saat ada acara hiburan di Dusun Paniis, Arjuna pencari cinta itu pun datang kembali, kali ini ia mampu menjebloskan bola ke gawang Nur, 4-0, Nur dibuat lunglai.

Warga pun tidak curiga dengan kedatangan AS saat itu, mereka justru mengira AS adalah tamu yang akan bersuan ke acara hajatan, meski telah memiliki tiga anak, bahkan si bungsu baru berusia 3 tahun, AS yang telah mencicipi tubuh Nur, sepertinya dibuat ketagihan dengan service-nya. Niatnya untuk mindo ternyata nahas, AS justru menjadi sasaran service bogem mentah dari para pemuda yang geram.

“Suami saya kerja di Jakarta sebagai supir, dan pulangnya tidak tentu, kadang sebulan kadang dua bulan sekali,” imbuhnya.

AS saat ditemui Sumek di jeruji rumah tahanan Mapolsek Darmaraja, membenarkan jika malam itu tidak sampai ‘bermain’ dengan Nur. Ia pun mengaku jika hanya pertemuan Februari lalu, dirinya yang masih bujangan tulen mampu menghajar Nur hingga 4 kali dalam semalam.

Kepada Sumeks, suami Nur, Dang (37), saat diberitahu hal itu oleh keluarganya mengaku kaget. Ia pun lantas pulang, bahkan dikatakan Dang, dirinya akan tetap memperkarakan istrinya itu, karena telah mencemarkan nama baiknya, apalagi ia mengaku setiap minggu selalu mengirimkan resiko dapur minimalnya Rp 300 ribu.

Dang pun mengaku, kerap mendengar informasi jika istrinya itu sering bermain dengan orang lain, namun selama itu, informasi tersebut dianggap angin lalu.

“Saya merasa dilecehkan dengan kelakuan Nur, sebelumnya banyak informasi miring tentang perselingkuhan dia, tapi saya belum menganggap, karena belum ada bukti. Saya tetap akan memperkarakan dia dengan unsur pencemaran nama baik. Dan yang menyakitkan dia tidak menghargai saya yang sudah jerih payah bekerja di Jakarta, setelah memperkarakan dia, baru saya akan ceraikan,” pungkasnya dengan nada geram.(ign)

1 COMMENT

  1. mudah-mudahan dgn kejadian ini menjadi pelajaran khususnya bagi saudaraku smua yaitu dusun paniis.. dan sy berharap agar pengurus lingkungan dan warga beserta sesepuh dusun lebih perduli dan rukun terhadap lingkungan demi nama baik leluhur,.. karna dusun paniis adalah salah satu dusun yg dikategorikan dusun keramat karna ada situs dan peninggalan sejarahnya…