Nina: Jauhi Stigma Moal Nyoblos Mun Teu Aya Artos

5 February 2018 01:42 WIB
 
0

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

BANDUNG – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat makin gencar melakukan sosialisasi pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar, terutama pada kelompok pemilih pemula. Salsahatunya seperti yang dilakukan bersama KOHATI (Korps HMI-Wati) Badko HMI Jabar, Minggu (4/2/2018).

Komisioner KPU Jabar Divisi Sosialisasi dan Hubungan Partisipasi Masyarakat, Nina Yuningsih menyebutkan partisipasi pemilih pada Pilgub Jabar 2013 hanya 63 persen. ”Betapa besar angka pemilih atau sekitar 37 persen yang tidak memilih atau golput. Meski sebenarnya KPU tidak mengenal istilah golput karena istilah resminya adalah tidak menggunakan hak pilih,” sebut Nina dalam dialog bertema “Peran Perempuan: Sosialisasi dan Teropong Demokrasi Politik di Jawa Barat 2018″ yang dihadiri seratus kader KOHATI Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.

Lanjutnya, angka yang tidak memilih menurutnya, bisa lebih besar dibanding raihan angka pemenang. ”Oleh karena itu semua pemilih harus menyempatkan diri mencoblos di TPS. Kalaupun para calon pemimpin dinilai tidak memadai, maka pilihlah salah satu di antara mereka yang terbaik,” sebut Nina.

Dia juga mengingatkan keluarga besar KOHATI menjauhi praktik money politic, karena penerima dan pemberi sama-sama bisa dikenai sanksi pidana. “Jauhi stigma : moal nyoblos mun teu aya artos (tidak akan mencoblos kalau tidak ada uang),” tegasnya.

Oleh karena itu perlu pendidikan politik agar tidak terjadi demokrasi transaksional. “Jadilah pemlih cerdas, yakni memahami hakikat pemilu, menyadari arti penting pemilu, kenali calon, pastikan memilih dengan sah, dan awasi kinerja calon setelah terpilih,” pungkasnya. ***