Ngalokat Walungan Cimanuk

12 September 2012 18:00 WIB
 
0
2437
ISTIGOSAH: Euis Mully Sekarwangi dan Kades Sukamenak, makan tumpeng usai istigosah dalam rangka buku tahun Desa Sukamenak, Kecamatan Darmaraja, Selasa (11/9/2012).
Pitriyani
ISTIGOSAH: Euis Mully Sekarwangi dan Kades Sukamenak, makan tumpeng usai istigosah dalam rangka buku tahun Desa Sukamenak, Kecamatan Darmaraja, Selasa (11/9/2012).

SUMEDANGONLINE: Acara ngalokat walungan Cimanuk di bantaran blok Babuy, Desa Sukamenak, Kecamatan Darmaraja, Sumedang, terbilang sukses. Acara yang diselenggarakan masyarakat adat Sukamenak bekerjasama dengan Keprabuan Sumedang Larang itu mampu menyedot ribuan masyarakat, Rabu (12/09/2012).

Acara tersebut pun mendapat apresiasi khusus dari keluarga pengusaha oto bus Medal Sekarwangi, Andawuri dan Purbaya yang saat ini menjabat sebagai bendahara Partai Demokrat Jawa Barat, Euis Mully Sekarwangi (EMS). Menurut Euis, acara ngalokat budaya merupakan acara yang ditunggu-tunggu warga Sumedang, pasalnya kegiatan tersebut sebagai salahsatu sarana untuk membersihkan dan memelihara sungai.

“Ngalokat walungan itu, bagi saya sebuah budaya yang sangat baik di masyarakat adat Sumedang, apalagi sekarang Sumedang, sudah dijadikan sebagai Sumedang Puseur Budaya Sunda (SPBS). Alhamdulillah saya dapat ikut serta, termasuk mengikuti berbagai acara ritualnya, sehingga saya memandang sungguh luar biasa budaya yang ada di Sumedang itu. Tetapi selain ngalokat, banyak sekali budaya-budaya yang perlu kita angkat lagi,” ujar EMS usai terlibat langsung marak bersama warga Desa Sukamenak, kemarin.

Hal yang sama dikatakan H Rd Otong Hasan Suryadinata, menurut kasepuhan Sumedang Larang ini ngalokat walungan merupakan filosofis yang diwariskan dari leluhur Sumedang, terkait adanya hubungan bathin antara manusia dengan berbagai penghuni yang ada di sungai Cimanuk.

“Karena di sungai itu selain dihuni oleh ikan-ikan dan sebagainya, ada juga mahluk-mahluk di luar manusia, untuk itulah adanya ngalokat sungai Cimanuk agar kita saling menghargai. Manusia menghargai mahluk lain dan mahluk itu juga menghargai manusia dan bersama menjaga lingkungan sungai,”ujar HRO Hasan Suryadinata.

Ditambahkan Budayawan Sumedang, Wawan Dharmawan Ider Alam atau Ki Wangsa, mahluk lain yang ada di sungai Cimanuk tersebut ada kaitannya dengan uga yang beredar di masyarakat Jatigede, tentang adanya keuyeup bodas dan buaya putih.

“Tentu ada kaitannya dengan uga keuyeup bodas, di mana pasukan keuyeup bodas itu namanya Jaya Laksana pasukan dimensi dari mahluk ghaib. Panglimanya, Puragati itulah pasukan-pasukan yang memiliki keuyeup bodas,” ungkap Ki Wangsa.

Ki Wangsa pun mengkritisi, minimnya perhatian pemerintah Sumedang terhadap kegiatan tersebut, menurut pandangan Ki Wangsa. “Perhatian pemerintah, kalau kita melihat fakta di lapangan sekarang, seharusnya pemerintah berperan proaktif menyikapi aksi-aksi budaya yang berwawasan lingkungan atau aspek pewarisan nilai. Bukan hanya pada seremonial belaka atau pada seni-seni etalase yang tanpa ruh, itu sebuah hal sia-sia hanya sebuah hiburan, gagal dalam menyampaikan ruh dari leluhur. Sekarang perhatian pemerintah hanya pada perhatian tatanan wacana belum mengaplikasikan sesuai dengan kebijakan SPBS. Kalau memang pemerintah ada kepentingan politik, sumbangannya pun gebyar, tapi sekarang tanpa bantuan pemerintah pun tetap gebyar karena ini kegiatan dari dan oleh masyarakat,” tandas Ki Wangsa.

Tak adanya perhatian dari pemerintah, di klarifikasi tim SPBS dan perwakilan dari Disbudparpora Sumedang, menurut Kang Suya, dirinya turut hadir dalam acara tersebut atansama pemerintah Sumedang.

“Saya datang atasnama pemerintah, dan dari Perwakilan Disbudparpora juga ada tapi saat itu tak diberi jatah untuk memberikan sambutan, karena alasannya ada dua kandidat calon yang hadir. Kalau memang pemerintah tak memberikan perhatian, berarti acara tersebut bisa saja diberhentikan. Acara itu sukses berlangsung, karena memang adanya bentuk perhatian dari pemerintah,” ujar Suya.

Tim SPBS pun berharap kegiatan tersebut tak terdistorsi kepentingan karena menghadapi pemilukada mendatang, karena menurutnya rutinitas tahunan tersebut sangat bagus.(**)