Nasib Pedalang Urang Lembur

22 July 2010 12:49 WIB
 
0

Nasib Wayang Golek urang lembur kondisinya sungguh memprihatinkan, terimbas persaingan bisnis oleh kesenian – kesenian modern yang berkembang, padahal jika ditelusur lebih dalam kesenian tersebut terdapat beragam kesenian lainnya, yang menyatu menjadi satu wirahma.

Adalah Dyat Wirasonjaya (52), pedalang asal kecamatan Jatinunggal yang mulai meniti karir sejak tahun 1977. Kini nasib – nasib wayangnya sudah termakan usia, jika tidak segera mendapat perhatian dan bantuan dari pihak – pihak terkait, tidak dipungkiri jika kesenian wayang golek yang ada di Jatinunggal akan punah.

Jejak Dyat didunia perdalangan sudah tidak asing lagi bahkan sekira tahun 1981 ia pernah mengikuti Pasanggiri bertajuk “Jejak Rama”. Harapannya kini kepada Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumedang, untuk dapat memberikan bantuan Wayang, jika mengandalkan dari manggung jelas dirinya sudah mengakui ‘tersingkir’ dari persaingan bisnis saat ini.

“Kahoyongnamah bantos kaayaan didieu ka Disbupar, sapertos kamari aya kegiatan di Purwakarta pan make group didieu, kaleresan tos nyongcolang” harapannya.

Saat ini Dyat bergabung dengan Sanggar Seni Gema Binangkit, meskipun usianya sudah beranjak tua namun semangatnya tetap tinggi, bahkan saat diwawancarai oleh SumedangOnline dengan semangat yang tinggi ia berujar.

“Mun kudu ancur mah kehelaanan, sanajan tanaga kurang ge. Khawatir seni sunda ancur”geloranya.

Semangat itulah yang menuntut dirinya melatih anak – anak muda di Sanggar Gema Binangkit.