MUSEUM PRABU GEUSAN ULUN

9 April 2010 23:05 WIB
 
9

A. Sejarah Singkat Museum Prabu Geusan Ulun.

Pada tanggal 22 september 1912 Pangeran Aria Soeria Atmadja, Bupati Sumedang (1882 – 1919) pada waktu itu membuat surat wasiat wakaf. Beliau mewakafkan barang-barang kepunyaan beliau pribadi, dan barang-barang lainya yang dikuasai beliau baik barang pusaka dari para leluhur maupun barang keprabon lainnya.

Barang yang diwakafkan tersebut bisa diambil manfaatnya oleh para ahli waris Pangeran Mekkah . Yang ditunjuk oleh Pangeran Aria Soeria Atmadja sebagai Nazhir adalah para pejabat yang menggantikan kedudukan beliau dan diangkat oleh “ Kanjeng Gubernemen “

Tumenggung R Moh Singer, diangkat oleh pemerintah Hindia Belanda dan menjadi Bupati Sumedang pada tahun 1948 /1949, beliau melihat barang-barang wakaf yang berasal dari Pangeran Aria Soeria Atmadja tersebut tidak berada lagi pada satu tempat dan atau telah diurus/ dipegang oleh beberapa pihak. Untuk menertibkannya R. Moh Singer berusaha mengumpulkan kembali barang barang tersebut dan dicoba diurus/ dilola sebaik-baiknya. maka untuk mengurus segala barang-barang wakaf Pangeran Aria Soeria Atmdja, selanjutnya diserahkan kepada ahli waris Pangeran Aria Soeria Atmadja,

Pada tahun 1950 para ahli waris Pangeran Aria Soeria Atmadja setelah menerima barang/ benda wakaf tersebut segera membentuk Yayasan Pangeran Aria Soeria Atmdja (Yayasan P.A.S.A akte notaris Mr Soedja no.59 tanggal 28 Agustus 1950). Untuk lebih baik lagi dalam mengurus barang wakaf ini berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Sumedang tanggal 26 Maret 1953 N0 29/1953 dibentuk Yayasan Pangeran Sumedang (YPS) dengan akte notaris Mr Tan Eng Kiam no 98 tanggal 21 april 1955. Dengan demikian maka Nazhir yang semula dipegang oleh orang perorangan sekarang dilaksanakan oleh banyak orang dalam sebuah badan hukum berbentuk Yayasan.

9 COMMENTS

  1. saya mau tanya,klo ke museum prabu geusan ulun bisa di liput gag buat diambil gambarnya???untuk buat tugas kuliah di jurusan broadcast

  2. Setahu kami boleh.

    Tapi minta izin dahulu sama petugas yang nanti mengantar anda.

    Terimakasih telah mengunjungi website kami, kami tunngu kunjungannya lagi.

    redaksi

  3. ASWB..nyunkeun dijagi sareng dilestarikeun budaya buhun para sepuh…htr nuhun

  4. saya beberapa kali jiarah ke tempat keramat Sumedang dengan tujuan takarrub akan tetapi yang saya dapatkan dari sambutan para kuncen yang memimpin tempat keramat tersebut kurang memuaskan diantaranya :
    1.Wawasan keagamaan khususnya tentang jiarah.
    2.Penghormatan kepada tempat makam.
    3.Penghormatan kepada setiap penjiarah.
    Dari alasan tersebut makam tersebut seolah2 tempat itu menjadikan objek bisnis dengan melihat siapa penjiarah bukan mengemban tugas sebagai kuncen.
    Saya kecewa berat dengan ulah para kuncen sumedang terutama yang menjaga makam Cut Nuyak Dien dan Pasarean Gunung Puyuh

  5. @mamatrahamtullah
    Terimakasih atas atensinya, insyaallah akan kita sampaikan kepada pihak terkait.

    redaksi

  6. bukan hanya musium ………..gunung kunci juga harus di jaga……..kelestariannya.dan ditata kembali, agar lebih menarik orang yang berwisata ke daerah tersebut jagan kesannya gunung kunci itu angker….

  7. ada pertanyaan yang menggelitik saya:
    sewaktu saya kecil saudara deket saya (cucu RT Endung Suryaputra) menikah dan mengenakan Mahkuta/Siger emas Sumedang, yang ingin saya tanyakan: apakah sekarang Masyarakat/keturunan Sumedang atau yang berhubungan masih bisa menggunakan Mahkuta/Siger tersebut pada acara Pernikahan ?

  8. Nanti Pada tgl Tahun Baru Hijriyah 1433 H jatuh pada tanggal 27 November 2011,
    Apa Benar Di museum Sumedang Prabu Geusan Ulun Suka di adakan AcaRa Ngumbah Keris???
    Untuk Tim Redaksi SumedangOnLine Tolong Di Replay ,thx

  9. hayu urang babarengan pikeun ngurus atawa ngajaga kalestarian budaya nu aya di sumedang khusuna ieu museum.. sanajan tos aya petugasna! tp seuseueurna barudak jaman ayeuna tos teu arapal naon eta MUSEUM PRABU GEUSAN ULUN teh…
    (Kenalkan Kembali sembelum telat)