MUSDA III PAN SUMEDANG DIWARNAI 3 DPC WALK OUT

2 May 2011 09:05 WIB
 
0

Pilkada Serentak 2018

Wawan Sugiarto Ketua SC MUSDA PAN III membacakan Surat Hasil Verifikasi dari DPP PAN (dok SO/foto d'hadi

KOTA, Suasana menjelang penentuan calon ketua Partai Amanat Nasional (PAN), tiba – tiba berubah drastis, setelah Dodi Rudiamansyah mengundurkan diri dari Bakal Calon Ketua DPD PAN sebelum dibacakan surat verifikasi, ditengah tengah acara , Dodi tiba – tiba memohon izin kepada panitia untuk diberikan kesempatan bicara, dalam kesempatan tersebut tanpa diduga, Dodi justru menyatakan mengundurkan diri, hal yang sama dilakukan Ir. Sutisna, namun Sutisna memilih mundur saat diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi dan misi calon ketua PAN priode 2010 – 2015.

“Dengan keridhoan hati saya serahkan suara yang mendukung saya untuk saudaraku Dudi Supardi”, ungkap Sutisna.

Suasana semakin tegang setelah hasil keputusan  dari para peserta musda justru menginginkan aklamasi dari 283 peserta 228 memilih aklamasi sisanya 55 menginginkan vooting, hasil aklamasi tersebut menghantarkan Dudi Supardi yang sebelumnya digadang – gadang akan mendapat dukungan penuh menang telak, justru hal tersebut ditanggapi lain peserta yang memilih vooting, setelah dudi dinyatakan menang sebagai ketua PAN untuk priode 2010 – 2015, tiga DPC langsung angkat kaki disusul beberapa DPRt dari DPC Darmaraja, ketiga DPC tersebut dari Buah Dua, Cibugel dan Rancakalong.

Salahsatu yang melakukan Walk Out (WO) adalah Sekretaris SC,  Asep Hendra, ia mengaku kecewa dengan sistem dalam musda III ini, ia berpendapat vooting akan lebih elegan diambil dalam menentukan calon ketua PAN.

“Kami kecewa dengan sistem musda saat ini,akan  lebih elegan kalau dengan mengadakan vooting, kalau aklamasi harus sudah semua menyetujui”, ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyebutkan jauh – jauh hari ia mendengar rumor adanya intervensi kepada peserta musda jika dilakukan sistem vooting maka tidak akan diberikan Surat Keputusan (SK) pengesahan Musda III.

“saya mendengar ada salahsatu oknum PAN yang melakukan interpensi, katanya tidak akan diberikan SK jika dilakukan dengan vooting, masa kepala desa saja di vooting. Ini, partai yang menggadang – gadang reformis, tidak”, tandasnya penuh kekecewaan.

Sementara itu Wawan Sugiarto Ketua SC Musda III, mengaku memahami perkembangan yang terjadi pada PAN, menurutnya musda III pan saat ini berbeda dengan musda – musda sebelumnya karena telah mengalami beberapa proses seleksi diantaranya dengan adanya pra musda dan debat kandidat, “dari pra musda dan debat kandidat itu mengerucut kepada salah satu calon yaitu Dudi Supardi”,jelasnya.

Menanggapi kekecewaan tiga DPC yang melakukan WO setelah diputuskan ketua DPD PAN Sumedang, ia  berpendapat hal itu lumrah dalam proses demokrasi, permasalahan dalam musyawarah  terjadi kemungkinan terjadinya ketidak mufakatakan pasti terjadi.

“seperti dalam rumah tangga aja, sering kali ada pertengkaran tapi kemudian akan membaik kembali”, jelasnya.

Hal senada disampaikan salahsatu pendiri PAN Sumedang Dana Miharja, menurutnya proses musda sudah berjalan dengan baik, ia menilai dipilihnya Dudi Supardi sebagai ketua PAN merukapak hal yang baik, karena selain ayahnya almarhum yang merupakan pendiri PAN, Dudi bukan orang yang baru di PAN kredibilitasnya sudah terbina di PAN.

Sementara menanggapi tentang aksi WO yang dilakukan beberapa DPC, ia menilai orang – orang yang melakukan wo setelah ditentukan ketua adalah tidak mengerti  proses demokrasi, selain itu ia pun mengkritisi sikap Ketua SC, “harusnya ada penjelasan sebelum dilakukan pemilihan. Menyangkut yang melakukan walk out saya menilai itu hanya dilakukan oleh orang – orang yang tidak mengerti dengan demokrasi, saya menilai dipilihnya Dudi sebagai ketua adalah hal yang tepat”, imbuhnya.(igun)