Mesin Perontok Gabah Buatan SMKN1 Sumedang (2/Habis)

23 May 2013 23:40 WIB
 
0
Para petani sedang mencoba mengoperasikan mesin perontok gabah Motekar di areal pesahan Blok Sukamulya, Desa Gunasari, Senin (20/5)
Para petani sedang mencoba mengoperasikan mesin perontok gabah Motekar di areal pesahan Blok Sukamulya, Desa Gunasari, Senin (20/5)

Mesin Perontok Gabah Buatan SMKN1 Sumedang

Miliki Empat Keunggulan, Rekomendasikan ke Pupuk Kujang

 

Solo, terkenal dengan mobil ES-EM-KA-nya. Sumedang tak mau kalah. Produk siswa SMKN1 Sumedang pun perlu dibanggakan. Memang tidak segreget mobil ES-EM-KA, tapi mesin perontok gabah buatan siswa SMKN1 Sumedang ini pun punya arti tersendiri. Para petani menyambut baik mesin yang terbuat dari bahan yang relatif murah ini dibandingkan dengan buatan pabrik.

 

Maman Juherman, Kota

 

PANEN padi di Blok Sukamulya, Desa Gunasari, Kecamatan Sumedang Selatan, memiliki arti tersendiri. Senin (20/5) pagi, sawah seluas 1 hektar milik desa, menjadi ajang uji coba pengoperasian mesin perontok gabah buatan siswa SMKN1 Sumedang.

Itu mereka lakukan untuk memberikan rekomendasi kepada pihak PT Pupuk Kujang soal kelayakan mesin perontok gabah buatan para siswa. Bahkan, kepala SMKN1 Sumedang,  Ny Lolly Roliyawati sendiri ikut turun berbaur bersama petani dan Kepala Desa Gunasari, Nono Saefudin.

Hasilnya sangat menggembirakan. Mesin perontok gabah buatan siswa SMKN1 Sumedang, jauh lebih unggul dari mesin perontok buatan pabrik yang dihibahkan PT Pupuk Kujang kepada petani Desa Gunasari.

Kades Gunasari sendiri memberi acungan jempol terhadap kreativitas para siswa Sumedang ini. ”Ternyata, mesin produksi anak-anak sekolah ini jauh lebih unggul dibandingkan buatan pabrik. Memang, masih ada yang perlu disempurnakan, tapi hanya relatif kecil,” tutur Nono.

PROMO CONTENT
loading...