Meriahkan HJS Bikin Kaulinan Barudak Beredukasi Tinggi

20 April 2013 17:38 WIB
 

WADO – Euforia hari jadi Hari Jadi Sumedang (HJS) di Kecamatan Wado dimeriahkan dengan berbagai kegiatan lomba yang berkhasanah budaya Sunda. Kegiatan itu sengaja di format demikian karena menurut Ketua Panitia HJS ke-435, Dadang Sondara, untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Sumedang Puseur Budaya Sunda (SPBS).

Sejumlah peserta, tampak tengah berusaha menarik tali dari empat penjuru, sementara satu intrukstur terus memberikan intruksi.
Sejumlah peserta, tampak tengah berusaha menarik tali dari empat penjuru, sementara satu intrukstur terus memberikan intruksi.

“Banyak kegiatan yang sudah, sedang dan akan kita laksanakan dalam rangka ngareureuh hari jadi Sumedang. Dan saya melihat masyarakat Wado dan unsur pemerintahan kecamatan dan desa sangat antusias mendukung acara ini,” kata Dadang Sundara, disela kegiatan kepada Sumeks, Jumat (19/4).

Kegiatan yang melibatkan ratusan itu diikuti berbagai unsur masyarakat Wado terpusat di kantor Kecamatan. Acara dimulai dengan giat Jumat bersih dan senam pagi yang merupakan sebuah agenda rutin di Kecamatan Wado.

“Kalau Jumat bersih, memang sudah rutin kita laksanakan. Jadi bukan hanya menjelang hari Jadi Sumedang saja,” tambanhnya.

Usai acara Jumat bersih, acara dilanjut dengan berbagai kegiatan yang bernuansa hiburan, namun menurut Dadang, meski bernuansa hiburan tetap dikemas agar memiliki nilai edukasi tinggi, salahsatunya giat memasukan jarum ke dalam botol yang diikuti ibu-ibu dalam satu kelompok berjumlah Lima orang.

“Ya kegiatan hiburan saja, ada lomba memasukan botol yang diikuti oleh ibu-ibu. Biasanya lomba memasukan paku itu, pakunya berada di belakang dan memasukannya harus jongkok. Pada kegiatan kali ini, tidak. Karena, ada empat peserta yang harus saling berkoordinasi dan komunikasi, hingga dapat memasukan paku ke botol,” tambahnya.

Seorang instruktur dalam giat itu terus berteriak memberikan intruksi, 4 orang lainnya memegang tali. Sementara terpusat dari tali sebuah paku yang ditarik dari empat penjuru angin.

“Maknanya jika pimpinan itu harus dapat memberikan arahan yang benar, sehingga akan tercapai tujuan. Dan prosesnya dengan kebersamaan, seperti paku yang ditarik di empat penjuru, meski disana-sini saling tarik kepentingan tapi tetap tujuan untuk memasukan paku ke dalam botol,” imbuhnya.

BACA JUGA  Kartu LPG dan Infaq Seribu

Pria yang hobiis akan budaya dan kesenian Sunda itupun. Mengharapkan tahun depan kegiatan peringatan hari jadi bukan semata-mata dilaksanakan karena ada perintah. Tapi. Harus sudah menjadi sebuah kebiasaan.

“Saya inginnya itu semuanya merasa memiliki Sumedang hingga giat hari jadi itu tak harus digebrig dari atas. Tapi sudah menjadi sebuah kesadaran, seperti halnya perayaan hari kemerdekaan, tanpa ada perintah juga semua masyarakat otomatis melaksanakannya,” tambahnya.

Seorang peserta, Cicih, mengaku terhibur dengan adanya kegiatan peringatan hari jadi Sumedang di Kecamatan Wado tersebut. Karena, selain menghibur juga memiliki nilai filosopis tinggi.

Sementara itu, di Kecamatan Wado, kegiatan hari jadi Sumedang tak hanya terpusat di Kecamatan Wado. Rencananya pada 22-23 April mendatang, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado pun akan menggelar kegiatan hiburan untuk memperingati hari jadi Sumedang yang ke 435.

“Kita juga gak mau ketinggalan dong untuk memeriahkan hari jadi Sumedang, kita akan adakan hiburan dan berbagai lomba,” kata Kepala Desa Sukajadi, Dede Suhendar. (ign)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.