MER-C Berangkatkan Tim Kemanusiaan ke Myanmar

17 February 2015 22:32 WIB
 
0
394

Keberangkatan Tim ke 2 MER C untuk Rohingya. Foto:IST
Keberangkatan Tim ke 2 MER C untuk Rohingya. Foto:IST
MER-C kembali memberangkatkan Tim Kemanusiaan ke Myanmar. Ini adalah pengiriman Tim ke-2 MER-C ke Myanmar setelah sebelumnya, pada bulan September 2012, MER-C mengirimkan tim pertama sebanyak 5 orang relawan yang telah melakukan assessment dan penyaluran bantuan medis tahap awal.
Pada misi kemanusiaan ke-2 ini, Tim MER-C terdiri dari 7 orang relawan dengan berbagai keahlian, yaitu 1 dokter spesialis penyakit dalam, 2 dokter umum, 2 perawat, serta 2 relawan non medis dari divisi konstruksi dan divisi bantuan logistik MER-C. Target tim adalah kembali masuk dan menyalurkan secara langsung bantuan medis dan kemanusiaan ke wilayah konflik dan pengungsian di Provinsi Rakhine (Rakhine State), Myanmar.
Selain itu, dengan amanah donasi dari rakyat Indonesia, MER-C juga akan membuat program bantuan jangka panjang di wilayah ini. Salah satu program yang telah dicanangkan dan akan dintindaklanjuti oleh Tim ke-2 MER-C adalah rencana pembangunan “Indonesia Health Center”. Hal ini berdasakan hasil assessment tim pertama bahwa fasilitas di kamp pengungsian masih sangat minim, khususnya fasilitas kesehatan bagi para pengungsi. Program bantuan yang bersifat jangka panjang seperti “Indonesia Health Center” diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang dan menjadi simbol persahabatan Indonesia dan Myanmar, serta mempererat hubungan baik rakyat kedua negara.
Keberangkatan Tim ke-2 MER-C ke Myanmar dimungkinkan setelah adanya izin dari Kementerian Luar Negeri dan Kantor Kepresidenan Myanmar yang sebelumnya telah melalui proses cukup panjang. Dengan adanya izin dari Kementerian Luar Negeri dan Kantor Kepresiden Myanmar ini, diharapkan misi kemanusiaan ke-2 MER-C bisa diberi kelancaran dan keamanan untuk seluruh anggota Tim.
Dari Yangon, Rabu (18/2) Tim MER-C dijadwalkan akan bertolak ke Sittwe, ibukota Rakhine State dengan menggunakan maskapai penerbangan lokal. Sesuai izin, Tim akan berada di Rakhine State hingga hari Sabtu (21/2) untuk memberikan pelayanan medis kepada para pengungsi, memberikan bantuan obat-obatan dan memberikan bantuan paket alat kesehatan. Sementara relawan dari divisi Konstruksi MER-C akan fokus melakukan survei serta koordinasi dengan pihak terkait untuk rencana pembangunan sarana kesehatan yang akan diberi nama “Indonesia Health Center”.
Apabila donasi dari rakyat Indonesia masih mencukupi, MER-C akan membuat program lanjutan diantaranya berupa pembuatan sarana air bersih dan MCK.
Keberangkatan tim MER-C ke Myanmar pada hari Senin ini dilepas oleh dua Presidium MER-C, dr. Joserizal Jurnalis, SpOT dan Ir. Faried Thalib serta sejumlah relawan MER-C di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta. Tim akan transit di Bangkok dan diperkirakan tiba di Yangon pada Senin malam ini, pkl. 19.00 waktu setempat. Setibanya di Yangon, Tim akan langsung berkoordinasi dengan KBRI Yangon dan sejumlah pihak terkait di Myanmar.(*/rls)