Menteri Lingkungan Hidup tinjau perkebunan kopi buhun di Sumedang

Presiden RI Joko Widodo akan berkunjung ke Sumedang temui para petani kopi

29 October 2017 01:28 WIB
 
1
Bupati Sumedang H Eka Setiawan saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, MSc., yang melakukan survey langsung keberadaan hutan desa di Desa Pangadegan, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Sabtu (28/10/2017) sore.
Humas Pemkab For SumedangOnline
Bupati Sumedang H Eka Setiawan saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, MSc., yang melakukan survey langsung keberadaan hutan desa di Desa Pangadegan, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Sabtu (28/10/2017) sore.

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

SUMEDANG – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, MSc., melakukan survey langsung keberadaan hutan desa di Desa Pangadegan, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Sabtu (28/10/2017) sore.

Perlu diketahui hutan milik Desa Pangadegan dengan luas sekitar 68 hektar tersebut sebagian dari lahannya merupakan sentra perkebunan kopi yang termasuk ke dalam jenis Kopi Buhun, dan dinilai mempunyai potensi menjadi sebuah komoditas unggulan.

Menurut Siti Nurbaya, kedatangannya sebagai salahsatu persiapan terkait rencana Presiden Republik Indonesia Joko Widodo akan berkunjung ke Sumedang dan akan langsung bertemu dengan para petani khususnya pemanfaat hutan milik desa melalui program Perhutanan Sosial yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

”Kunjungan hari ini dalam rangkaian tugas yang diberikan oleh Presiden untuk melihat secara langsung kondisi eksisting hutan di daerah Pangadegan yang saat ini sebagian besar lahannya dipergunakan untuk budidaya kopi. Sekaligus juga untuk menentukan apakah pertemuan Pak Presiden dengan para Petani nantinya bisa dilakukan di lokasi perkebunan kopi di daerah Pangadegan ataukah di tempat lainnya,” ujar Siti Nurbaya Bakar pada Bupati Sumedang H Eka Setiawan.

Menteri dan Bupati selanjutnya melakukan kunjungan lapangan ke tempat perkebunan kopi buhun. Pada kesemptn itu Eka menyarankan agar pertemuan Presiden dengan para pelaku usaha perkebunan dilaksanakan di Kawasan Induk Pusat Pemerintahan Sumedang. Hal itu lantaran jika menuju ke lokasi tidak memungkinkan karena medannya yang harus dilalui terbilang berat. Selain itu Eka juga beralasan akan banyak para pelaku usaha perkebunan yang datang dari luar wilayah Sumedang seperti dari Garut, Bandung dan Majalengka, sehingga dianggap riskan untuk menggelar acara di daerah Pangadegan, terlebih saat ini sudah memasuki musim penghujan yang membuat medan jalan akan semakin berat untuk dilalui.

Menyikapi hal itu, Menteri LHK akan mencoba mengusulkan saran Bupati Sumedang tersebut. “Mudah-mudahan saja kedatangan Presiden ke Sumedang kali ini bisa terwujud,” tukasnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Zaenal Alimin menerangkan sebelumnya dirinya berkoordinasi terkait teknis kunjungan Presiden ke Sumedang, selanjutnya pada Senin (30/10/2017) besok lusa dirinya akan mengundang stakeholder terkait seperti dari unsur TNI/POLRI yang ada di wilayah Pemkab Sumedang guna melakukan rapat koordinasi menyangkut persiapan segala sesuatunya termasuk teknis acara hingga pengamanan jalur kedatangan Presiden, yang menurut rencana juga akan dihadiri oleh tak kurang dari seribu orang peserta yang merupakan para pelaku usaha perkebunan yang datang dari beberapa daerah di Jawa Barat.

”Kalau tidak ada halangan, nanti beliau (Presiden) akan datang ke Sumedang. Untuk itu sebelumnya kita akan melakukan rakor bersama seluruh stakeholder terkait termasuk bersama pihak Paspampres yang akan datang esok hari bersama Protokol Istana, sehingga pada hari pelaksanaan acara semuanya berjalan aman dan lancar,” tandasnya. ***

1 COMMENT