Menpora Pimpin Renungan dan Tasyakuran HSP ke-88

29 October 2016 23:41 WIB
 
0
Menpora Imam Nahrawi
Humas Menpora
Menpora Imam Nahrawi

SUMEDANGONLINE, JAKARTA: Menpora Imam Nahrawi memimpin acara renungan dan tasyakuran memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-88 Tahun 2016 di Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya 106, Jakarta, Sabtu (29/10) malam. Acara ini dihadiri oleh para pejabat di esolon I dan II Kemenpora. Perwakilan Kementerian dan Lembaga terkait, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) serta organisasi kemahasiswaan.
Kegiatan ini juga akan dimeriahkan oleh musisi Dik Doank dan tim serta kesenian dari Fatayat NU. Acara akan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB. Diawali dengan musik Islami dari Fatayat NU.
Selain berbagai acara ritual seremonial dan dimeriahkan pertunjukan seni dan hiburan, kegiatan ini juga akan diisi oleh refleksi sumpah pemuda dan komitmen pemuda menatap dunia yang dibawakan oleh Dik Doank dan tim. Juga dijelaskan mengenai sejarah Sumpah Pemuda oleh Kepala Museum Sumpah Pemuda.
Menpora mengatakan peringatan Hari Sumpah Pemuda memang harus terus digelar setiap tahun dan selalu disyukuri. Apalagi, peringatan yang ke-88 juga terbilang istimewa karena ditandai dengan berbagai prestasi dan pencapaian membanggakan dari para pemuda anak bangsa sepanjang tahun ini.
Cak Imam juga bangga karena peringatan HSP tahun ini ternyata mendapat perhatian besar dari seluruh kalangan masyarakat. Dirayakan di banyak tempat, dibicarakan di berbagai media dan juga riuh serta menjadi tranding topic di media sosial. Sebagai Menteri yang memimpin lembaga yang mengurusi sektor pemuda dan olahraga, Menpora pun menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas perhatian masyarakat terhadap peringatan Hari Sumpah Pemuda 2016 ini.
“Fenomena ini mengisyaratkan bahwa refleksi dan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai perjuangan pemuda Indonesia di masa lalu bertambah kokoh. Di sisi lain, juga mengingatkan dan mendorong para pemuda saat ini untuk menjadi tulang punggung perubahan dan perbaikan bangsa saat ini dan di masa mendatang,” tutur Menpora.
Karena itu, lanjut Cak Imam, Kemenpora juga merasa betapa pentingnya untuk terus mendorong pemuda Indonesia agar terus maju dan berkembang, memanfaatkan berbagai potensi yang ada di berbagai sektor. Sekaligus menggapai prestasi yang mendunia.
Menpora juga berharap, Ketua Panitia Kongres Pemuda II Tahun 1928, Soegondo Djojopuspito dapat diangkat menjadi pahlawan nasional. (hum)