Meninggalnya jemaah bukan tolok ukur sukses tidaknya penyelenggaraan ibadah haji

13 September 2017 00:02 WIB
 
0

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

Meninggalnya jemaah bukan tolok ukur sukses tidaknya penyelenggaraan ibadah haji

BEKASI, SUMEDANGONLINE.COM: Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, H. Ajam Mustajam, menegaskan bahwa jumlah jamaah haji yang meninggal bukan menjadi tolok ukur sukses tidaknya penyelenggaraan ibadah haji. Hal ini disampaikannya saat memberikan keterangan pers dihadapan awak media cetak dan elektronik di Asrama Haji Debarkasi Jakarta Bekasi, Selasa (12/09).
Jumlah jamaah haji yang meninggal saat ini meningkat dari tahun sebelumnya. Kabid PHU mengungkapkan, jika tahun 2016, jumlah jemaah haji yang meninggal  hingga akhir pemulangan jemaah mencapai 65 orang jemaah. Tahun ini jumlah jemaah haji yang meninggal hingga hari keenam pemulangan jemaah mencapai 67 orang jemaah. 66 orang jemaah meninggal di Tanah Suci dan satu orang meninggal di pesawat dalam perjalanan pulang menuju Tanah Air. “Tentunya jemaah haji meninggal karena Takdir Allah SWT” ujar Kabid PHU.
Catatan dari Bidang Dokumen PPIH Debarkasi Jakarta Bekasi, jemaah haji meninggal karena sakit. Sebanyak 40 orang meninggal karena penyakit jantung (Cardiovascular Diseases).
Sebanyak 7.751 orang jemaah yang tergabung dalam 19 Kloter telah dipulangan dari Debarkasi Jakarta-Bekasi. Sedangkan jemaah haji yang tertunda kepulangannya karena sakit sebanyak 7 orang jemaah. Satu di antaranya wafat atas nama Nani Mulyani Anen (57). Jemaah haji kloter 1 asal Neglasari Cipanas Kab. Cianjur ini wafat setelah dirawat karena penyakit jantung di RSAS King Fadh Makkah. *** hum