Menguak Potensi Ikan Lalawak

22 July 2010 22:45 WIB
 
0
Iklan Lalawak. Foto:trobos

Wujudnya bak ikan hias, durinya tak selebat tawes, dagingnya gurih, terlebih yang jenis “ikan lalawak jengkol”

Tak jelas mengapa ikan ini dipanggil “lalawak”. Pastilah bukan karena bisa melawak. Yang pasti ikan ini mirip tawes. Bedanya, sirip lalawak berwarna merah, demikian halnya mata dan ekornya. Ukuran sisik lebih kecil dibanding tawes dan berwarna cerah. Menarik.

Itulah sebabnya lalawak bisa dipelihara sebagai ikan hias. Bisa juga sebagai ikan lauk. Gurih, dan bobot seekornya pun bisa 1 kg atau lebih. Lalawak adalah ikan air tawar. Sungai berarus deras dan berbatu-batu adalah habitat paling nyaman bagi mereka.

Lalawak tidak sepopuler ikan lauk maupun ikan hias walaupun rasa, wujud, dan bobotnya berpotensi pasar. Iin Suhandi, Ketua Kelompok Mina Usaha, mengungkapkan, kebanyakan sungai di daerah Sumedang Jawa Barat juga dihuni lalawak. Apalagi bila sungai-sungai itu masih alami, tanpa limbah industri.

Sungai Cikandang dan Berade misalnya, termasuk hunian nyaman bagi lalawak. Bahkan pada bulan-bulan tertentu kedua sungai di Kecamatan Buahdua, Sumedang itu terjadi musim ikan berlimpah.

Iin mengatakan, ikan lalawak awalnya hanya dijadikan hobi untuk mengisi kolam. Belum banyak masyarakat yang membudidayakan ikan ini. “Tapi bisa dipastikan orang yang suka menjala dan memancing di sungai punya ikan ini di kolamnya,” kata Iin kepada TROBOS belum lama ini di Sumedang.