Mendes PDTT: Kinerja Pendamping Desa Dievaluasi tiap 6 Bulan Sekali

9 October 2017 01:23 WIB
 
0
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo saat Workshop Integrasi Pendamping Desa tahun 2017 di Jakarta, Minggu (8/10/2017).
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo saat Workshop Integrasi Pendamping Desa tahun 2017 di Jakarta, Minggu (8/10/2017).

JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mengatakan, pendamping desa memiliki peran penting dalam menyukseskan program dana desa. Tak hanya proaktif mendampingi desa, pendamping desa juga bertugas untuk mensosialisasikan program-program unggulan kepada desa dan Pemerintah Daerah (Pemda).

 

“Salah satu yang membuat program ini jalan adalah peran penting pendamping. Karena kita tahu masyarakat belum siap, makanya perlu pendamping. Kalau pendamping pasif, nggak ada gunanya,” ujarnya pada Workshop Integrasi Pendamping Desa tahun 2017 di Jakarta, Minggu (8/10).

 

Menteri Eko juga menegaskan, pendamping desa wajib mengetahui permasalahan yang terjadi di desa. Tak hanya itu, pendamping desa juga harus proaktif memberikan respon dan solusi. Ajakan untuk  mengawasi bersama perencanaan dan pemanfaatan dana desa juga harus dilakukan.

 

“Harus tahu (persoalan). Kalau nggak tau juga mesti berani bertanya. Kemudian juga perlu memberikan solusi atau timbal balik. Kemudian perlu juga membuat opini masyarakat agar masyarakat percaya diri terhadap dana desa. Agar masyarakat tahu, agar masyarakat berpartisipasi, dan mengawasi,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan tersebut Menteri Eko meminta pendamping desa agar memberikan hasil yang berguna untuk desa. Menurutnya negara hanya membutuhkan pendamping desa yang memiliki komitmen dan kemauan keras untuk membantu masyarakat terutama masyarakat miskin. Untuk itu, kinerja pendamping desa akan terus diawasi dengan melakukan evaluasi setiap 6 bulan sekali.