Membentuk Remaja yang Terampil Hidup Sehat Melalui Pe Ka Pe eR !

1 April 2013 16:39 WIB
 
Ilustrasi. Grafis ardianara.blogspot.com
Ilustrasi. Grafis ardianara.blogspot.com

REMAJA jika dibandingkan dengan anak-anak dan dewasa adalah kelompok penduduk yang paling sehat tetapi memiliki risiko masalah kesehatan yang paling tinggi. Masalah kesehatan yang dialami oleh remaja sebagian besar terjadi sebagai dampak dari kecerobohan, rasa ingin tahu yang berlebihan, ketidaktahuan, dan lingkungan yang kurang kondusif. Akibatnya, remaja mudah mengalami kecelakaan dan melakukan tindakan negatif yang berakibat buruk terhadap kesehatannya.

Di Kabupaten Sumedang, dalam 2 tahun terakhir terjadi peningkatan pelayanan kesehatan pada remaja yang hamil dan melakukan penyalahgunaan NAPZA. Data dari Seksi Kesehatan Remaja, Lanjut Usia, Dan Gizi Dinas Kesehatan menunjukkan pada Tahun 2011 telah dilayani 59 remaja hamil sedangkan pada Tahun 2012 telah dilayani sebanyak 112 remaja hamil. Selanjutnya, pada tahun 2011 dilayani 571 remaja penyalahguna NAPZA yang meningkat jumlahnya menjadi 981 orang pada Tahun 2012. Adanya trend peningkatan pelayanan masalah kesehatan remaja tersebut menggambarkan masalah kesehatan remaja di Kabupaten Sumedang memerlukan penanganan yang serius dan tepat.

Ketepatan penanganan masalah kesehatan remaja diperlukan mengingat seringkali sebagian besar remaja mengalami kecemasan dan perasaan tidak nyaman dalam dirinya sebagai akibat dari proses pematangan fisik yang lebih cepat dibandingkan dengan proses pematangan kejiwaannya. Oleh karena itu, para remaja perlu memperoleh dukungan, bantuan, dan perlindungan dari orang dewasa di sekitarnya agar dapat melalui masa remaja yang berkualitas sehingga siap menjalani masa dewasa awal.

Sejak Tahun 2003 Kementerian KesehatanRI telah melakukan upaya pelayanan kesehatan bagi remaja melalui pendekatan Pe Ka Pe eR ! ( Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja ). Pe Ka Pe eR ! adalah pelayanan kesehatan yang ditujukan dan dapat dijangkau oleh remaja,  menyenangkan, menerima remaja dengan tangan terbuka, menghargai remaja, menjaga kerahasiaan, peka akan kebutuhan terkait dengan kesehatannya, serta efektif dan efisien dalam memenuhi kebutuhan tersebut.

BACA JUGA  Sambel Kanjeng Pangeran, Maknyos

Salah satu materi pembinaan remaja dalam Pe Ka Pe eR !  adalah Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS). Melalui pembelajaran dan latihan 10 aspek kompetensi psikososial dalam PKHS, remaja akan sanggup menangkal pengaruh yang merugikan bagi kesehatannya. Selanjutnya, remaja akan trampil mengatasi masalah perilaku yang berkaitan dengan ketidak sanggupan mengatasi stress dan tekanan dalam hidup dengan baik. Terakhir, remaja dapat berpikir kreatif dan mampu berkomunikasi secara efektif serta mengendalikan dalam menolak pengaruh negatif temannya.

Pada saat memiliki masalah, remaja cenderung lebih terbuka pada teman sebayanya. Oleh karena itu, Pe Ka Pe eR !  mengedepankan partisipasi aktif remaja untuk menjadi model dan penyampai pesan hidup sehat bagi sesama remaja. Keterampilan hidup sehat bagi remaja mencakup kemampuan empati, kesadaran diri, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, berpikir kreatif, berpikir kritis, komunikasi efektif, hubungan interpersonal, mengatasi emosi, dan mengatasi stress.

Jelaslah, dengan muatan pembinaan PKHS dan karakteristik seperti tersebut diatas Pe Ka Pe eR ! dapat menjadi salah satu solusi yang tepat dalam upaya penanggulangan masalah kesehatan remaja. Bahkan lebih dari itu, melalui optimalisasi PKPR agenda peningkatan derajat kesehatan masyarakat dalam tatanan global yaitu penurunan Angka Kematian Ibu Melahirkan dan Penanggulangan Infeksi HIV-AIDS dapat dibantu pencapaiannya.

Salah satu penyebab kematian ibu melahirkan adalah kasus perdarahan yang risikonya terkait dengan masalah kekurangan darah ( anemia ) pada ibu.  Hasil Riskesdas 2007 menunjukan bahwa angka anemia  pada remaja perempuan usia >15 tahun lebih besar dibandingkan pada remaja laki-laki ( 19,7% berbanding 13,1%). Dapat dibayangkan bagaimana risiko tinggi yang harus diambil oleh remaja yang hamil. Selanjutnya, penyalahgunaan NAPZA merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terinfeksi HIV-AIDS.

BACA JUGA  Pendidikan, Lo Jual Gue Beli ?!

Berdasarkan hal tersebut diatas dan trend data pelayanan kesehatan remaja yang telah diungkapkan di awal tulisan ini, tidak berlebihan rasanya jika dikatakan situasi kesehatan remaja di Kabupaten Sumedang telah menunjukkan sinyal tanda bahaya. Melaksanakan Pe Ka Pe eR ! sebagai salah satu solusi nyata permasalahan tersebut, kenapa tidak?

Penulis: Nina Triana, SP

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.