Mantri Puskesmas Kasar, Pasien Mengadu

26 November 2011 22:02 WIB
 
0
Slamet Riyadi (56) warga Dusun Cijati, Desa Sirnasari, Kecamatan Jatinunggal, pensiunan pegawai Kecamatan Jatinunggal ini, menyayangkan sikap tranpemental oknum mantri kesehatan di Puskesmas Jatinunggal berinisial DY.
Slamet Riyadi (56) warga Dusun Cijati, Desa Sirnasari, Kecamatan Jatinunggal, pensiunan pegawai Kecamatan Jatinunggal ini, menyayangkan sikap tranpemental oknum mantri kesehatan di Puskesmas Jatinunggal berinisial DY.

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

Slamet Riyadi (56) warga Dusun Cijati, Desa Sirnasari, Kecamatan Jatinunggal, pensiunan pegawai Kecamatan Jatinunggal ini, menyayangkan sikap tranpemental oknum mantri kesehatan di Puskesmas Jatinunggal berinisial DY.

JATINUNGGAL – Slamet Riyadi (56) warga Dusun Cijati, Desa Sirnasari, Kecamatan Jatinunggal, pensiunan pegawai Kecamatan Jatinunggal ini, menyayangkan sikap tranpemental oknum mantri kesehatan di Puskesmas Jatinunggal berinisial DY.

Padahal kepada SumedangOnline.com Slamet mengaku sering berobat jalan ke Puskesmas Jatinunggal, dan dilayani dengan baik oleh paramedis lainnya.

“Saya sebenarnya sering berobat rutin (ke puskesmas Jatinunggal, red.), karena mengidap penyakit gula, darah tinggi, magh, dan jantung. Biasanya di Puskesmas itu sering dikasih obat magh dan obat penurun darah tinggi. Tapi kalau karyawan-karyawan yang biasamah teu aya masalah, boh dokterna, kepala puskesmas-na tos terang deui,” papar Slamet Riyadi yang sudah tinggal 11 tahun di Kecamatan Jatinunggal saat ditemui SumedangOnline.com di kediamannya, Kamis (24/11).

Dibeberkan Slamet, kejadian tidak menyenangkan itu terjadi pada Sabtu (17/10) lalu, saat itu dirinya bermaksud akan berobat dan diperiksa dengan muka masam oleh mantri DY, bahkan yang membuat dia heran dan tercengang, ketika DY membentaknya menyuruh membuka balutan tensi.

“Saya kan sering ke rumahsakit, tidak ada yang dokter yang memeriksa menyuruh pasiennya untuk membuka balutan tensi, bahkan dia menyuruh membuka, BUKA!, dengan nada tinggi,” paparnya.

Bahkan DY pun samasekali tidak menanyakan apa yang dirasakan Slamet, dan sudah berapa hari ia menderita penyakitnya, layaknya seorang dokter sebelum memeriksa pasien.

Slamet sebenarnya sudah mengadu hal itu ke Kepala Puskesmas (Kapus) Jatinunggal, bahkan Kapus berjanji akan menindaklanjutinya segera, namun hingga berita ini diturunkan Slamet tidak melihat bukti konkrit tindakan Kapus tersebut.

“Dia kan dulunya di Wado, sekarang dipindahkan kesini (Puskesmas Jatinunggal, red.) ditempat lamanya juga sudah tidak akur, makanya dimutasi,” kata Slamet.

Sumber SumedangOnline.com lainnya, kejadian serupa juga ternyata pernah menimpa seorang pedagang yang pernah berobat ke DY. Pedagang tersebut mengatakan, diperlakukan sama seperti Slamet.

Sayangnya saat SumedangOnline.com mencoba mengkonfirmasi ke Puskesmas Jatinunggal, Kapus Jatinunggal sedang tidak ada di tempat. Selain itu penerimaan beberapa karyawan Puskesmas Jatinunggal terhadap kedatangan wartawan pun kurang bersahabat.

“Wah hapé saya rusak sudah satu bulan, saya tidak tahu nomor pa Kapus,” papar seorang karyawan, karyawan lainnya enggan memberikan nomor Kapus, dengan alibi tidak mempunyai nomornya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang melalui Sekretaris Dinas Kesehatan, Ani Gestapiani, mengatakan sudah menerima laporan tentang adanya keluhan dari masyarakat tersebut.

“Ada sih, keluhan tentang itu tapi saya tidak jelas bentuk pelayanan kurang menyenangkan itu tenang apa, saya sendiri kurang jelas, kalau memang masalah sikap sudah kami upayakan sebaik-baiknya, mungkin inimah miskomunikasi,” papar Ani.(fitriyani/iwan rakhmat)