LSM Akan Laporkan Dugaan Korupsi di Jatigede ke KPK

15 May 2018 01:17 WIB
 
Koordinator aksi unjukrasa, Ifan Yudhi Wibowo saat tiba di Gedung KPK.
Koordinator aksi unjukrasa, Ifan Yudhi Wibowo saat tiba di Gedung KPK.

SUMEDANG – Orang terkena dampak (OTD) pembangunan waduk Jatigede berencana akan melakukan aksi unjukrasa ke kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung di Jalan Pemuda Kota Cirebon.

Pernyataan sikap itu disampaikan Direktur LSM Instan Ifan Yudhi Wibowo dalam siaran pers diterima redaksi Selasa (15/5/2018) malam. Dikatakan Ifan, salahsatu alasan kenapa mereka melakukan aksi kembali, hal itu dilakukan terkait persoalan masalah akibat pembangunan Waduk Jatigede Sumedang yang hingga kini belum selesai.

”Adanya ketimpangan pembangunan fisik yang sampai kini terus berlanjut dan menghabiskan dana ratusan milliard. Ini merupakan sisi buruk pemerintah, terkait pemnangunan waduk Jatigede yang dirasa tidak memenuhi azas dan tujuan pembangunan untuk kepentingan umum yang tidak berkeadilan,” kata Ifan.

Lanjutnya, masalah warga OTD hingga saat ini belum juga diselesaikan sementara pembangunan fisik terus berlanjut. Dia menyontohkan pembangunan jalan lingkar Jatigede dan pemagaran tanah yang telah dibebaskan terus berlanjut. ”Sememtara masalah warga tak kunjung diselesaikan, kami akan unjuk rasa dengan masa ribuan ke Kantor BBWS yang ada di Cirebon,” tandasnya.

Selain itu Ifan pun akan membongkar kasus dugaan korupsi mega proyek pembangunan waduk Jatigede yang menelan biaya hingga Rp 6,7 triliun. ”Dan unjuk rasa ini adalah bagian awal dari program kerja OTD bongkar yang akan menyambangi berbagai intansi. Dan selain persoalan Jatigede kita juga akan menyambangi kantor KPK di Jalan Rasuna Said Jakarta terkait dengan kehadiran KPK ke Kabupaten Sumedang beberapa waktu lalu. Kita akan membantu KPK untuk mengangkat berbagai dugaan korupsi di Kabupaten Sumedang. Kita akan membantu KPK dengan informasi dan data yang akurat terkait dugaan korupsi tersebut,” jelasnya.

Salahsatu poin yang akan dilaporkan tersebut, yakni dugaan jual beli proyek yang dilakukan oknum dengan para pengusaha yang disebutnya telah terjadi secara sistemik di Kabupaten Sumedang. “Kita akan berikan informasi dan bukti awal agar KPK segara melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi yang terjadi di KabupatenSumedang,” sebut Ifan yang juga menjadi Ketua Umum Warga OTD Jatigede itu.

BACA JUGA  Buruh Pabrik di Jabar, Dukung Kang Hasan Jadi Gubernur

“Kita akan ke KPK bersama LSM lainnya untuk segera mengembangkan dugaan korupsi di Kabupaten Sumedang. Saya punya bukti awal yang jelas, kita tahu mata rantai dugaan korupsi tersebut berikut siapa siapa yang turut bermain didalamnya. Termasuk siapa saja pengusahanya,” pungkasnya. ***

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.