Listrik Mati, Warga Protes di Pesbuk

18 August 2010 02:14 WIB
 
0

SumedangOnline – Pemadaman Listrik yang terjadi mulai pukul 23.14 WIB, Selasa (17/08), dan baru menyala kembali sekira pukul 02.00 WIB, Rabu (18/08). Menjadi bahan perbincangan yang menarik dijejaring sosial Pesbuk. Apalagi ada wacana dari Pemerintah akan adanya kenaikan Listrik sebesar 15% pada tahun 2011, dengan alasan keuangan negara sudah tidak kuat untuk menanggung beban subsidi setrum untuk masyarakat.

“Kebijakan itu sudah dihitung antara kemampuan subsidi dengan besar kenaikan TDL, subsidi tidak bisa terpenuhi semua maka harus dibebankan pada kenaikan tarif,” tutur Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar di Jakarta.

Warga menilai kenaikan TDL tidak sepadan dengan layanan yang diberikan, karena seringnya listrik mati. Hal tersebut seperi diungkapkan seseorang yang mempunyai akun pesbuk Neng Ejot Bagelen, “meni gararetek ka pamarentahan urang. meus-meus ga’aang katincak…!!! keheul mah TDL naek, ari listrik teu hujan teu angin pareum. na ari giliran telat mayar sa minggu dongkap surat ti si pln…buruan siah geura bayar rekening listrik. ceunah ge !! ari kuring sok protes kitu mun pareum listrik..! mungsaukur SABAR ngantosan hurung dei“,tulisnya.

Sementara itu Ripa’i Ependi Amin memberikan solusi lain agar masyarkat khususnya di Sumedang dapat menyikapi Pemadaman Aliran Listrik dengan membuat sebuah Pembangkit Listrik, seperti menggunakan tenaga kincir angin, “makana urang lembur sing malotekar, ayeuna kudu geus maka kolecer keur pembangkit listrikna, murah meriah kapakena lila………“, ujarnya.