Lembaga Penyiaran Publik Lokal dan Problematikanya

7 July 2010 10:22 WIB
 
0

Umur Sergai baru 5 tahun. Tapi Sergai sudah memiliki stasiun radio lokal yang mengudara dari jam 6 pagi hingga jam 6 sore. Sergai atau Serdang Bedagai adalah kabupaten yang pada tanggal 18 Desember 2003 dimekarkan dari Kabupaten Deli Serdang. Luas Sergai mencapai 1.900 kilometer persegi atau sekitar 2,5 kali luas DKI Jakarta. Dengan jumlah penduduk 600.000 jiwa, maka kepadatan penduduk Sergai hanya sekitar 315 jiwa per kilometer persegi. Oleh karenanya dibutuhkan media yang dapat digunakan oleh Pemerintah Daerah Sergai untuk berkomunikasi dengan warganya dan merekatkan penduduk Sergai. Radio Sergai FM baru mulai diuji coba pada Januari 2008. Wilayah jangkauannya pun tak lebih dari satu kilometer. Namun, Radio Sergai FM sudah mampu menjadi ruang publik bagi masyarakat Sergai.

Terdapat permasalahan krusial di Indonesia, yakni Lembaga Penyiaran Publik Lokal yang dimiliki dan dikelola oleh Pemerintah Daerah keberadaannya seringkali terabaikan. Lembaga Penyiaran Publik (LPP) sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 32 tentang Penyiaran, diterangkan dalam pasal 14 ayat 1 yang berbunyi: Lembaga Penyiaran Publik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) huruf a adalah lembaga penyiaran yang berbentuk badan hukum yang didirikan oleh negara, bersifat independen, netral, tidak komersial, dan berfungsi untuk memberikan layanan untuk kepentingan masyarakat. Selanjutnya ayat (3) menyebutkan: Di daerah provinsi, kabupaten, atau kota dapat didirikan Lembaga Penyiaran Publik Lokal.

PROMO CONTENT
loading...