Korban Pergeseran Tanah Tagih Janji

21 June 2013 12:09 WIB
 
0
888

Odah, salah seorang korban yang rumahnya ambruk akibat pergeseran tanah.
Odah, salah seorang korban yang rumahnya ambruk akibat pergeseran tanah.
PASEH– Tiga kepala keluarga (KK) di Dusun Babakan Kondang, Desa Bongkok, Kecamatan Paseh yang rumahnya ambruk, terus menantikan bantuan. Begitu pula dengan 24 rumah lainnya yang sama-sama terancam ambruk akibat terjadinya pergeseran tanah, mengharapkan segera dilakukan relokasi.
Namun keinginan warga untuk direlokasi, rupanya tidak didengar Pemerintah Kabupaten Sumedang. Buktinya, selama tiga tahun sejak terjadinya bencana pergeseran tanah sampai sekarang, bantuan yang dijanjikan tak kunjung datang. Sehingga, mereka harap-harap cemas menunggu uluran tangan pemerintah.
Seperti Odah (47) yang rumahnya ambruk akibat pergeseran tanah. Keadaan tersebut bukan pertama kali dialaminya. Selama tiga tahun lalu, rumahnya selalu direnovasi lantaran rusak terkena bencana pergeseran tanah. Namun untuk kali ini, Odah tidak bisa melakukan apa-apa untuk rumahnya. Sehingga dengan terpaksa Odah dan keluarganya harus mengungsi dan tinggal di madrasah desa setempat. Karena tidak ada tempat lain untuk berlindung.
“Mana atuh janjina. Pemerintah bisanya hanya lihat saja dan janjinya tidak pernah ditepati. Selama tiga tahun tak pernah ada yang direlokasi (dipindahkan) atau mendapat bantuan untuk perbaikan rumah,” katanya kepada Sumeks, Kamis (20/6).
Di tempat sama, Mang Ita yang juga korban bencana alam mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pemkab Sumedang. Padahal warga yang ingin direlokasi tidak muluk-muluk. Cukup dengan membangun rumah semi permanen yang sebagian materialnya dapat mempergunakan GRC atau pun bekas reruntuhan rumah yang masih bisa terpakai.
“Cukup minimalis sajalah, tidak perlu sampai permanen dan terlihat bagus. Bahkan, kita juga bisa memakai material bangunan bekas rumah yang masih bisa digunakan. Jadi kan bisa irit. Kami selaku korban akan nyaman bila rencana direlokasi itu terlaksana. Tolong perhatikan warga yang terkena bencana. Jangan diacuhkan dan hanya menonton penderitaan kami,” pungkasnya.(usp)