Konsumen Keluhkan Keruhnya Air PDAM

13 January 2011 17:14 WIB
 
0

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

Wado – Warga disekitar pasar Wado mengeluhkan jika air yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cabang Wado sering keruh, mereka berpendapat seharusnya air yang disalurkan PDAM itu jernih karena telah mengalami filterisasi sebelumnya, namun ini justru sebaliknya.

Deni warga sekitar pasar Wado mengatakan, “Airnya itu sering keruh kalau pagi – pagi, seharusnya kan tidak, di PDAMkan ada alat untuk memfilternya,” ujarnya  kepada sumedangonline (13/1).

Kepala PDAM Cabang Wado Edi Ruhyat ketika dikonfirmasi sumedangonline di ruang kerjanya, membenarkan jika air yang disalurkan PDAM saat ini sering mengalami keruh, ia bahkan menyebutkan telah adanya laporan petugas lapangan yang mengatakan hal serupa dari warga Wado.

“Kepada petugas kami rata – rata mereka mengeluh kalau membuka kran pagi – pagi airnya sering keruh, namun setelah dicek dan  ditunggu 1 jam air bening kembali, tetapi sejauh ini tidak ada laporan langsung warga ke kantor,” jelasnya.

Lebih lanjut Edi mengungkapkan faktor keruhnya air PDAM, karena adanya proses pemeliharan dengan cara menguras bak penampungan juga dengan adanya endapan bahan penjernih yang mengikat air dan terbawa sampai ke rumah konsumen. Edi pun membantah jika keruhnya air berasal dari karat pipa penyalur.

“Setelah kami selidiki itu berasal dari endapan PAC, PAC kan mengikat kotoran, dan kemungkinan tersalurkan ke rumah – rumah konsumen. Jadi penyebabnya bukan karena karat piva PVC,” tutur kepala Cabang yang baru bertugas 3 tahun di PDAM Cabang Wado tersebut.

Saat ini PDAM Cabang Wado melayani 1911 pelanggan dan untuk sistem penagihan ke konsumen pihaknya bekerjasama dengan pihak koperasi. Sementara untuk sumber airnya PDAM memanfaatkan sungai Cimanuk sebagai sumber utama. Untuk filterisasi airnya, Edi mengaku, saat ini PDAM Cabang Wado menggunakan enam bak sendimentasi, 2 bak setler, dan 2 bak filterisasi.

Edi menambahkan, tahun 2001 ada rencana untuk menganti sumber air PDAM dengan menggunakan sumber mata air dikawasan Cisaladah, hal itu dilakukan untuk menutupi masalah biaya. Menurutnya, saat ini PDAM cabang Wado terus merugi.

“Jika saja sumber airnya langsung dari mata air di kawasan Cisaladah tentu cost produksinya akan kecil, namun sayangnya waktu itu kita terbentur harus ada anggaran 2,4 M” jelasnya.

Untuk menjaga pasokan air tetap lancar, PDAM Wado melakukan sistem buka tutup, untuk wilayah Wado dibuka mulai pukul 07.00 – 17.00 WIB. ( igun )