Konkerkab di Pangandaran, Ketua PGRI Bilang Enek dengan Hiruk Pikuk di Sumedang

24 February 2018 03:23 WIB
 
0

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

PANGANDARAN – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sumedang, Dedi Suhayat memberikan alasan kenapa pihaknya menggelar Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) Sumedang di Pangandaran. Salsahsatu alsannya karena sudah enek dengan situasi hiruk pikuk di Sumedang sehingga memutuskan mengadakan Konkerkab di Pangandaran

”Sengaja hasil musyawarah kami laporkan bahwa di Sumedang itu hirup pikuk, enek. Jadi sekali kali rapat di Pangandaran, sambil menyelesaikan program program. Sambil kita juga ada refreshing, sedikit. Yang hadir pada kesempatan kali ini, Alhamdulillah dari berbagai elemen utusan dari ketua dan pengurus kecamatan, ketua dan pengurus kabupaten. Kemudian dari unsur unsur organisasi profesi, IGTKI, K3S dan KKS, Forum forum pengawas, Forum forum Sukwan semua hadir. Alhamduillah berjumlah 180 orang, yang hadir pada kesempatan hari ini,” kata Dedi di Hotel Sinar Rahayu 3 Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut rencananya akan berakhir pada hari ini, 24 Februari 2018. Lebih lanjut dia menyebutkan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, merupakan keharusan pihaknya mengadakan Konkerkab tersebut. Dalam kegiatan itu pun dibicarakan program kerja PGRI selama lima tahun dengan para pengurus periode 2017-2022 yang sudah terbentuk.

”Alhamdulillah di tempat ini, kita mengadakan program tahunan yaitu konferensi kerja kabupaten Satu PGRI kabupaten Sumedang Tahun 2018, dengan tema membangkitkan kesadaran kolektif guru dalam meningkatkan disiplin, kerja guru. Itulah kegiatan pada hari ini,” sambungnya.

Kegiatan itupun dihadiri Ketua PGRI Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang. Meski demikian dari sebagian anggota PGRI menyayangkan penyelenggaraan Konkerkab di Pangandaran, mereka berasalan di Sumedang pun terdapat tempat yang refresntative, sehingga bisa menghemat biaya. *** IWAN