Komisi C ungkap bahaya “Nglem”

28 August 2016 00:13 WIB
 
0
Ilustrasi
NET/IST
Ilustrasi

SUMEDANGONLINE: Lem dan salahsatu produk obat batuk kini marak digunakan untuk media mabuk-mabukan, dengan cara menghirup uap lemnya. Padahal penggunaan lem dan obat batuk yang disalahgunakan penggunaannya tersebut menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Sumedang, dr. Iwan Nugraha, sangat berbahaya.

[baca juga: Ini Bahaya Nglem]

Ia bahkan menyebut jika ‘nglem’ sudah masuk dalam kategori Narkotik, Psikotropika, dan Zat Aditif (NAPZA), karena menimbulkan ketagihan. Termasuk salahsatu produk obat batuk yang saat ini banyak digunakan untuk mabuk-mabukan
“Apabila digunakan dalam jumlah banyak itu bisa membahayakan, karena komposisi ” ungkapnya.
Sehingga lanjut dia, obat-obat dengan komposisi dextrometrophan tunggal akan ditarik semua dari pasaran. Hal itu dilakukan karena khawatir diselewengkan oleh beberapa kalangan.
Iwan berharap, para pengguna ‘nglem’ untuk dapat segera berhenti sebelum ada efek yang merusak lebih jauh. “Segera berhenti sebelum efeknya merusak, dan bagi yang belum pernah, jangan coba-coba,” sarannya.***