KETUA BPD BANYAK MENGAKU TIDAK TAHU

16 July 2010 09:54 WIB
 
0

Persidangan perkara dugaan penyalahgunaan dana aset desa Padajaya Kecamatan Wado terus bergulir. kemarin, terdakwa Kades Padajaya Cucu Suminar kembali dihadirkan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kabupaten Sumedang dengan agenda menghadirkan saksi-saksi. Sidang dengan nomor Perkara nomor 121/pid B/2010/PNS MD yang berlangsung dari pukul 11.00 berlangsung cukup alot.

Saksi yang dihadirkan tiga orang, yakni ketua BPD Padajaya Dedi Mulyadi, Bendahara Desa Padajaya Yaya Nurcahya, dan Kaur Kesra Padajaya Endang Wiharja. Saksi yang pertama diperiksa adalah ketua BPD Padajaya Didi Mulyadi. Majelis Hakim cukup kesulitan memeriksa saksi pertama karena sejak awal keterangan yang diberikan terkesan tidak konsisten dan sesekali membuat berang majelis hakim yang diketuai susi saptati. Saat ditanya terkait alur dana aset desa yang di duga diselewengkan, didi lebih banyak menjawab tidak tahu. Keterangan yang di korek dari saksi tidak seperti hasil pemeriksaan jaksa penuntut umum sebelumnya. Diketahui ketua BPD mengetahui adanya aliran dana dari kades Cucu Suminar kepada Sekdes Rustandi sebesar Rp. 23 juta yang kemudian diketahui uang tersebut dana aset desa.

Hakim pun mempertanyakan kapasitas dan kapabilitas saksi sebagai ketua BPD yang lebih banyak tidak mengetahui masalah-masalah penting di desa. Dalam sidang itu pula diketahui uang Rp. 23 juta yang dicairkan Rustandi dipinjam oleh Cucu selama 2 tahun. Sementara menurut Cucu sewaktu dimintai keterangannya, ia mengaku tidak tahu kalau uang yang dipinjamnya dari Rustandi tersebut aset desa karena di desa sedang masa transisi.