Kepsek Penerima Bantuan Resah

31 July 2010 18:39 WIB
 
0

Sejumlah kepala sekolah (kepsek) tingkat SMP di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kab. Sumedang, penerima bantuan rehab ruang kelas, resah karena sering disatroni oknum yang mengaku wartawan dari surat kabar mingguan dari luar daerah.

Keresahan mereka dipicu oknum wartawan tersebut yang langsung menuding, telah terjadi penyimpangan dalam pengerjaan rehab di sekolah yang disatroninya.

Dengan arogan, mereka mengancam akan memberitakan penyimpangan yang terjadi di sekolah yang bersangkutan. “Kami pernah kedatangan wartawan yang mengaku dari surat kabar mingguan secara berkelompok. Jumlahnya antara 3 sampai 4 orang,” kata Drs. Tarya Sudrajat Joska, M.Si., Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Paseh Kab. Sumedang kepada “GM”, Jumat (30/7).

Menurutnya, kedatangan mereka sempat membuat takut para guru dan murid. Apalagi sebelumnya mereka juga mendatangi sejumlah kelas untuk mencari dirinya, sambil berkata-kata dalam nada keras. “Beruntung, mereka bisa segera bertemu dengan saya. Dan langsung dipersilakan masuk ke ruangan kantor,” katanya.

Tanpa diduga, begitu masuk oknum wartawan itu langsung menghardik dan mengatakan dirinya berusaha menghindar. Lantas belum juga rasa kagetnya hilang, salah seorang dari mereka menggertak lagi. Katanya pelaksanaan rehab di sekolahnya diwarnai penyimpangan. Mereka juga mengatakan, jika tidak mau diberitakan, ia harus menyerahkan uang Rp 500 ribu.

“Pokona mah saya menta kebulna lima ratus rebu, lamun masalah ieu embung diberitakeun. Duit sakitu mah saeutik, soalna di daerah lain biasana mere dua juta,” ujar Tarya, mengutip ucapan wartawan yang menyatroni sekolahnya.