Kelompok Pemuda Peduli Budaya Tradisi Jatigede

15 September 2011 10:04 WIB
 
4

WADO – Kelompok Pemuda Peduli Budaya Tradisi Jatigede (KPPBTJ), sedang melakukan pengambilan gambar film dokumenter “Di sini Aku akan Tenggelam” di wilayah makam Gagak Sangkur Desa Padajaya Kecamatan Wado. Kegiatan tersebut untuk mendokumentasikan 42 situs cagar budaya yang akan tenggelam oleh mega proyek Jatigede, yang tersebar di 16 Desa di 5 Kecamatan di Kabupaten Sumedang.
“Pembuatan film tersebut, agar dikemudian hari mengingat ini loh, daerah saya. Jadi film ini sebagai bukti sejarah,” kata Maulana YM, ketua KPPBTJ ditemui disela-sela kesibukannya di makam Gagak Sangkur.
Dikatakan Maulana, kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap warga orang terkena dampak Jatigede agar nanti ada bukti dokumenter bahwa dahulu di daerah Jatigede banyak situs dan benda cagar budaya yang sangat mempunyai nilai-nilai sejarah dan kearipan lokal.
Pengambilan gambar itu sendiri berawal sejak tahun 2009 silam, namun sempat terhenti karena terbentur dengan anggaran biaya. Kelompok tersebut kini menyelesaikan kegiatan dengan berakhir di Situs Gagak Sangkur Desa Padajaya.
“Alhamdulillah dengan niat yang baik dan tulus kami selama pengambilan gambar dokumenter tidak ada halangan apapun, tetapi tidak dapat di pungkiri keanehan ada cuma hanya sebatas suara – suara yang terdengar beda pada saat shoting dan capture gambar”, ungkapnya.
Sementara itu Iri, salah seorang juru pemelihara di makam Leuwiloa, mengaku bangga dengan kegiatan tersebut, pasalnya kegiatan tersebut akan mengingatkan kita, bilamana benar-benar jadi,”Saya menyambut baik kegiatan ini, semoga ini dapat menjadi kenangan yang tersendiri bagi masyarakat Jatigede,” papar Iri menambahkan.

4 COMMENTS

  1. asa teu redho sim kuring lamun eta waduk jadi di bangun ngarusak bukti sajarah Agung Sumedang Larang , nu seuer pisant makam para salaku pembesar sajarah Sumedang .

  2. salut euy,pokonamah sajarah sumedang larang moal luntur gara2 bendungan,matak oge hayu barudak ngora lestarikeun sajarah sumedang

  3. hayu sasarengan urang saiket saiguelan ngalestarikeun sajarah anu tos bukti njata aya….