Kejar Target, Tim e-KTP Lembur

17 November 2011 01:57 WIB
 
Disaksikan Kades Tamansari, seorang warga terlihat sedang memverifikasi data KK, dia salahsatu dari yang tidak mendapat undangan, dan diharuskan membawa KK baru
Disaksikan Kades Tamansari, seorang warga terlihat sedang memverifikasi data KK, dia salahsatu dari yang tidak mendapat undangan, dan diharuskan membawa KK baru

 

Disaksikan Kades Tamansari, seorang warga terlihat sedang memverifikasi data KK, dia salahsatu dari yang tidak mendapat undangan, dan diharuskan membawa KK baru

CIBUGEL – Tiga hari terakhir ini warga Dusun Mekarsari dan Margaluyu di Desa Tamansari, Kecamatan Cibugel melaksanakan e-KTP yang dipusatkan di rumah Kepala Desa (Kades) Tamansari. Menurut keterangan Kades Tamansari, Iin Indrayana (31), dipilih kediamannya karena pelaksanaan e-KTP untuk Desa Tamansari dilaksanakan perdua dusun agar lebih cepat dan tidak terlalu jauh dengan warga.

“Untuk Desa Tamansari, dilaksanakan langsung di Dusun agar lebih cepat, bahkan pelaksanaanya dari pagi sampai malam,” kata Iin Indrayana, Kades Tamansari ditemui Sumeks dikediamannya, Rabu (16/11).

Selama dua hari pelaksanaan hingga hari Selasa lalu, sudah masuk ke database e-KTP sebanyak 470 wajib KTP dari dua dusun, atau sekira 60 persen dari total warga didua Dusun tersebut yang berjumlah 960 wajib KTP.

Meski diwarnai iuran senilai Rp 2.500 namun sejumlah warga mengaku antusias untuk membuat e-KTP, bahkan sejumlah warga yang tidak mendapat undangan pun diberitahukan Kades agar membawa Kartu Keluarga baru atau KTP lama atau Surat Nikah.

“Iyah, saya disuruh membawa KK karena tidak mendapatkan undangan,” papar seorang warga kepada sumeks.

Iin membenarkan jika warganya dipungut Rp 2.500, uang tersebut menurut Iin dipergunakan untuk konsumsi para petugas yang lembur hingga malam, dan untuk keamanan alat.

“Memang kami memungut Rp 2500 dari warga, bahkan warga merasa gembira, karena dengan ongkos transport ke Kecamatan Cibugel dengan kondisi sekarang bisa lebih dari Rp 20 ribu, kalau dipinta lebih dari Rp 2500 mereka pasti keberatan, dan saya sendiri tidak mau membebani masyarakat, sakitu ge leuheung kumaha lamun teu bogaeun,” lanjut Iin.

Disebutkan Kades, setelah selesai dari Dusun Mekarasih dan Magarmulya, proses e-KTP akan berlangsung di balai Desa Tamansari yang mencangkup Dusun Antara 1 dan 2.”Karena Dusun Antara 1 dan 2 itu lebih dekat dengan balai Desa Sehingga kami akan menyelenggarakannya di Balai Desa,” papar Iin.

Kendala yang dihadapi dalam proses e-KTP di wilyahnya yang mempunyai 2700 wajib KTP, selain jarak yang jauh, juga faktor cuaca yang sering hujan, selain itu voltage listrik jika malam tidak kuat untuk mengangkat beban 2 unit peralatan e-KTP.

“Kalau malam kita mulai pukul 21.00 WIB, karena listriknya drop,” imbuhnya.

Tim e-KTP Kecamatan Cibugel yang bertugas di Desa Tamansari membenarkan jika pihaknya bekerja hingga larut, hal itu guna untuk mencapai target dapat selesai per-31 Desember mendatang.

“Kalau ditanya cape, ya cape, tapi ini sudah tugas, untungnya semua peralatan berjalan dengan lancar,” ungkap Cintaasih, tim e-KTP Kecamatan Cibugel.(igun gunawan/djeem)

BACA JUGA  Perwakilan OTD Batal Ke Jakarta

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.