Kejam, orang ini bacok pasutri dengan kampa

9 April 2016 15:25 WIB
 
0

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

SUMEDANGONLINE-Bandung: Nasib naas menimpa pasangan suami istri (Pasutri) Herson Warsito 53, dan Lastri 46, yang merupakan warga Komplek Permata Biru, Blok AH No. 35, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung menjadi korban pembacokan, pada Kamis (7/4) malam sekira pukul 21.30.
Kedua Pasutri tersebut menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh Diansyah 18, warga Kampung Pasir Gambir, Desa Babakan, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Pelaku beaksi menganiaya korban di ruang tamu dengan modus bertamu.
Akibat penganiayaan tersebut Herson mengalami luka yang cukup serius dibagian kepala hingga nyawa korban tak bisa tertolong saat ditangani Rumah Sakit Al- Islam untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.
Jenazah Herson yang rencananya akan dibawa oleh pihak keluarganya untuk dimakamkan di Karang Pucung, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.
Menurut Kapolsek Cileunyi, Kompol Edi Suwandi, penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban yang bernama Herson mengalami luka bacok dibagian kepala yang cukup serius.
Sementara, Lastri yang merupakan istri Herson  mengalami luka bacok di bahu sebelah kanan dengan perkiraan mengalami luka hingga 15 jahitan.
“Kedua korban pembacokan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Al Islam oleh tetangganya, namun nyawa saudara Herson tak tertolong dan meninggal di rumah sakit setelah mendapatkan perawatan tiga jam,” ujar Kapolsek Edi kepada Sumedangonline.com, Jumat (8/3).

Sementara, Lastri, kata Edi,  masih mendapatkan perawatan yang lebih intensif  RS AL-Islam. Pasalnya, korban Lastri telah menjalani operasi 15 jahitan akibat bacokan pelaku.

Kapolsek Cileunyi mengungkapkan, menurut keterangan Lastri yang merupakan korban, sebelumnya pihak keluarga tidak mengenal sama sekali terhadap pelaku. Pelaku bertamu ke rumah korban kali pertama sekira pukul 20.00. 

“Saat itu korban sodari Lastri sedang ditempat kerja di wilayah Cicalengka,” ujar Edi.

Pelaku melakukan aksi pembacokan, lanjut kapolsek, dengan menggunakan senjata kapak yang sebelum dibawa pelaku dari rumahnya yang disembunyikan dibalik dibajunya.

“Pelaku saat duduk berhadapan dengan korban sodara Herson melakukan aksi penganiayaan menggunakan kapak, karena saat itu anaknya yang sebelumnya ada di rumah keluar akan menjemput ibunya (Lastri)pulang kerja,” kata kapolsek didampingi Panit Reskrim IPDA Irna Sutisna.

Lanjut Kapolsek, pelaku berkali-kali mengayunkan kapak ke bagian kepala korban hingga kondisi bagian kepala mengalami luka parah. Menurut keterangan anak korban, yakni Dina 24, pada saat bersamaan, Lastri yang pulang dari kerja dijemput Dina melihat korban sedang dibacok berkali-kali.
“Spontan Lastri berteriak meminta pertolongan warga, sehingga pelaku mengalihkan kapak yang sedang dipegang pelaku diayunkan kepada korban sodari Lastri,” ucapnya.

Meskipun Lastri berusaha menghindar dari ayunan kapak dari tangan pelaku yang diarahkan kepada korban, namun tak dapat terelakan sehingga Lastri mengalami luka dibagian bahu kanan.
“Kalau saja korban sodari Lastri tak mengindar dari ayunan kapak pelaku, tidak menutup kemungkinan kapak akan mengena ke bagian kepala korban,” ujar kapolsek nenirukan keterangan anak korban.

Sambung Edi, setelah korban Lastri serta anaknya berteriak. Warga mendengar teriakan kemudian menghampiri rumah korban dan melaporkan pihak polisi untuk menangkap pelaku yang masih bersembunyi di dalam rumah.

“Kami langsung ke TKP dan melakukan penggerebekan dan penangkapan pelaku yang masih ada didalam rumah,” ujar Kapolsek.

Pelaku mau mencoba melarikan diri, kata Edi, Namun, pelaku tidak menemukan jalan keluar. Sehingga mengambil sebilah pisau dapur di rumah korban, dan pelaku   bersembunyi di kamar mandi korban.

“Saat itu kami mencoba bernegosiasi. Namun, karena tidak digubris oleh pelaku, kami akhirnya melempar gas air mata. Setelah itu kami dobrak pintu kamar mandi tersebut dengan menggunakan tangga bambu,” ujarnya.

Lanjut, Edi, pihaknya berhasil membuka pintu kamar mandi dan menemukan pelaku dengan kondisi dibagian leher terluka. Pasalnya, pelaku berusaha untuk bunuh diri dengan menancapkan pisau ke leher pelaku sendiri.

“Pelaku sudah kami amankan dan dilarikan ke Rumah Sakit Sartika Asih Kota Bandung untuk menjalani operasi akibat luka di lehernya,” kata Edi.

Kapolsek mengaku, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkiat kasus tersebut. Pasalnya, belum diketahui motif pelaku dalam aksinya pembacokan kepada korban. Selain itu baik pelaku dan korban sodari Lastri masih menjalani perawatan intensif.

“Dari tangan pelaku, kami sita kapak sepanjang 27 cm dan sepeda motor Honda Kharisma warna hitam milik pelaku berpelat nomor D 4414 VC yang menjadi alat bukti kejahatan. Kasus ini pun masih dalam penyelidikan,” katanya.

“Pelaku dijerat Pasal 351 ayat 2 dan 3 Jo. 338 KUHPidana tentang penganiayaan dan atau menjadikan orang meninggal dunia. Pelaku juga diancam hukuman paling lama 15 tahun penjara,” pungasnya.***