Kecewa, Pelayanan KTP ditarik ke Kabupaten

27 October 2011 20:58 WIB
 
0
506
KTP elektronik terus berjalan di Kecamatan, sementara pelayanan KTP manual ditarik ke Kabupaten, sejumlah warga mengeluh dan mengaku kecewa dengan kebijakan tersebut. Photo:Igun Gunawan/SO

SITURAJA – Ditariknya Pelayaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) manual dari Kecamatan ke Kabupaten, diprotes  warga, sejumlah warga mengaku kecewa dan menyayangkan keputusan Pemerintah yang menarik pembuatan KTP ke Kabupaten tersebut, mereka menganggap dengan Pelayanan di Kabupaten justru akan membebani warga, apalagi waktu selesesainya 1 minggu.

“Saya selaku masyarakat kecil merasa kecewa dengan pembuatan KK dan KTP yang ditarik ke Kabupaten, ditambah lagi pelayanannya dipersulit,” kata Kosim warga Desa Cijati kepada sumedangonline.

Kepala Desa Cijati, Ruhyat, membenarkan jika selama ini banyak keluhan warga berkaitan dengan ditariknya pembuatan KTP secara manual yang ditarik ke Kabupaten, “memang warga kami selama ini banyak mengeluh tentang masalah itu,” kata Ruhyat ditemui sumeks di Balai Desa Cijati, Kamis (27/10).

Senada dengan Kepala Desa Cijati, Camat Situraja, Syarif Efendy Badar, mengakui banyak menerima keluhan-keluhan senda dari masyarakat Situraja melalui kepala desanya masing-masing mengenai ditariknya Pelayanan KTP dari Kecamatan ke Kabupaten, padahal menurut Camat Situraja, selama ini pihak Kecamatan terutama operator KTP mengaku masih siap untuk melayani dan merasa tidak terbebani meskipun e-KTP terus bergulir.

“Memang benar, masyarakat banyak yang mengeluh tentang ditariknya Pelayanan KTP dari Kecamatan ke Kabupaten, alasan warga disamping jauh juga memakan waktu karena penyelesainya itu 1 minggu, padahal di Kecamatan Situraja sendiri, operator kami masih siap untuk melayani,” kata Syarif.

Selain di Kecamatan Situraja keluhan senada juga ternyata banyak disampaikan warga di Kecamatan Jatinunggal. Dikonfirmasi sumeks saat menyaksikan pertandingan final Manunggal Cup I, Camat Jatinunggal, Deddy T Wiraatmadja, membenarkan jika banyak warga yang mengeluh dan kecewa.

Apalagi menurut Deddy jika dikaitkan dengan pelayanan prima, dimana pelayanan harus cepat dan murah, namun dengan ditariknya pelayanan KTP ke Kabupaten jelas hal tersebut tidak akan terbukti.

“Sementara sekarang bukan cepat dan murah, layanan manual baru selesai satu minggu, sekarang e-ktp saja yang baru berjalan, di kecamatan Jatinunggal saja, baru dua desa itu pun baru 80 persen, sisanya belum terjangkau, karena penduduknya ada di luar daerah, sakit, jompo,” kata Dedi.(igun gunawan)