Kebakaran Hebat, Ibu Hamil Luput Dari Maut

16 July 2012 23:46 WIB
 
0
TERBAKAR : Api masih membakar rumah Entar.
FOTO: DOK.DARYUMAH

WADO – Dramatis proses evakuasi yang dilakukan warga Dusun Cisurat, RT 05, RW 01, Desa Cisurat, Kecamatan Wado. Untuk menghindari korban jiwa pada kejadian terbakarnya lima rumah  pada Sabtu dinihari (14/7).
Salahsatu korban seorang supir yang sudah terbaring sakit lebih dari 3 tahun yakni Samsu Sujana suami dari Entar (50). Selain Samsu korban lain yang tengah sakit yakni Sari (75). Dan seorang ibu muda yang tengah hamil, Ina (16), anak dari pasangan Entar dan Samsu, luput dari maut karena diselamatkan warga.
“Begitu bagian dapur terlalap api, Ina segera keluar rumah. Sementara saya berteriak minta tolong dan warga datang menyelamatkan suami saya yang sakit, padahal api sudah berada di langit-langit rumah,” tutur Entar ditemui Sumeks di lokasi kejadian.
Bahkan dikatakan Entar, saat kejadian dirinya tengah menonton tivi setelah membersihkan darah yang terus keluar dari dubur suaminya. Tiba-tiba ia mendengar suara ledakan di dapur, entah kenapa suaminya bilang itu suara lampu listrik yang meledak.
“Saat itu saya tengah menonton tivi, saya mendengar suara ledakan di dapur. Dari suara ledakannya suami saya sudah menduga itu suara lampu yang pecah. Kemudian, saya menengoknya, dan saya liat api sudah membakar karpet dan samak, ketika akan mengambil air api sudah menyambar gas,” jelas Entar.
Tak banyak harta yang mampu diselamatkan Entar, dalam musibah tersebut. Meski demikian ia masih beruntung, dirinya, suami dan anaknya yang tengah hamil dapat selamat dari maut.
Hal yang sama dialami Sari, saat kejadian ibu berusia 75 tahun yang tengah terbaring sakit itu, tak mengetahui jika rumahnya yang berdampingan dengan rumah Entar, turut terbakar, apalagi saat kejadian ia tengah terlelap tidur.
“Ibu Sari saat kejadian tengah sakit. Saat warga menjebol rumahnya, ia terlihat sedang tidur di kamarnya, warga pun langsung membopongnya,” jelas Dada (54) warga setempat.
Lebih lanjut Dada menyebutkan, warga yang berusaha menolong rumah yang terbakar, kali pertama melihat api sudah berada dibelakang rumah entar yang kemudian menjilat rumah lainnya yang berada di samping kiri kanan dan belakang rumah Entar.
Padatnya rumah penduduk dan hembusan angin saat kejadian yang kencang, membuat warga sulit mengevakuasi keadaan, meski telah berusaha memadamkan api dengan menggunakan pompa air. Api akhirnya dapat dipadamkan dalam kurun waktu lebih dari satu jam. Setelah api padam, baru muncul mobil dinas pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan bara api yang masih terlihat.
Sementara itu Kepala Desa Daryumah langsung terjun ke lokasi kejadian, selain memberikan bantuan materi Daryumah pun, berjanji akan mengusahakan bantuan ke Kabupaten, salahsatunya dari peruntukan infak seribu.
Apalagi menurut Daryumah, rumah-rumah yang terbakar tersebut, sebagian besar merupakan rumah yang tak lain huni yang sudah diajukan ke Dinas Sosial untuk segera di perbaiki, namun hingga terjadinya kebakaran, bantuan belum turun.
“Seperti rumah Ibu Entar, itu sudah kita ajukan untuk di bedah rumah oleh Dinas Sosial, tetapi sampai saat ini belum terrealisasi. Mudah-mudahan dengan adanya kejadian ini, Dinas Sosial dapat segera memberikan bantuan,” terang Kepala Desa Cisurat, Daryumah.
Data terakhir yang diperoleh Pemerintah Desa Cisurat menyebutkan terdapat lima rumah dan satu dapur. Ke lima rumah tersebut yakni, rumah semi permanen berukuran 6×12 meter milik Entar kerugian ditaksir Rp 70 juta. Rumah semi permanen berukuran 6,5×9 meter milik Sari, kerugian ditaksir Rp 70 jut. Rumah semi permanen milik Engkus (45) seorang supir berukuran 6×7 meter, kerugian ditaksir Rp 35 juta. Rumah semi permanen milik Samhudi (70) berukuran 5×7, kerugian ditaksir Rp 45 juta. Rumah permanen berukuran 8,5×12 meter milik Dedi seorang wiraswasta, kerugian ditaksir Rp 120 juta, dan dapur rumah berukuran 7×4 meter, milik Agus seorang supir, kerugian ditaksir Rp 20 juta.(ign)

PROMO CONTENT
loading...