Kawin Muda Pengaruhi Angka Kelahiran

4 May 2011 15:24 WIB
 
0

SAMPING KIRI BUPATI SUMEDANG, SAMPING KIRI TENGAH BKKBN PUSAT, TENGAH KIRI PANGLIMA TNI, TENGAH KANAN WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT, SAMPING KANAN STAF AHLI MENKES BIDANG TEKNOLOGIDAN GLOBALISASI, KAPOLDA JABAR. FOTO:SumedangOnline.com

KOTA, Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf mengeluhkan perkawinan usia dini terutama untuk kaum wanita di Jawa Barat, menurutnya rata – rata usia perniakah baru mencapai 18 tahun, padahal menurutnya idealnya pernikahan setelah usia 21 tahun untuk wanita dan 25 tahun untuk laki – laki, hal itu dikatakannya saat mengikuti kegiatan pencangan program Bakti sosial TNI dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Kabupaten Sumedang, Rabu (04/05) siang tadi.

“saya menginginkan rata – rata usia pernikahan untuk perempuan di wilayah jawabarat bisa meningkat diatas 20 tahun”, jelasnya.

Hal senada disampaikan disampaikan kepala BKKBN, H. Sugiri Syarif, menurutnya untuk menurunkan angka kelahiran ada 11 variabel yang berpengaruh, namun untuk wilayah Indonesia, ada dua yang berpengaruh besar, yaitu memakai kontrasepsi dan menunda perkawinan dini.

“untuk menurunkan angka kelahiran itu ada 11 variabel yang berpengaruh, tapi di indonesia hanya 2 yang sangat dominan, yang pertama adalah memakai kontrasepsi dan yang kedua menunda usia kawin pertama”, ungkapnya.*

liputan : iwan rakhmat

editor : igun Gunawan