Jelang Mudik, PJU Dibenahi

23 July 2013 10:38 WIB
 

PJU diperbaiki.
PJU diperbaiki.
JATINANGOR – Persiapan arus mudik lebaran 2013, Dinas Pertambangan, Energi Dan Pertanahan (Distamben) Kabupaten Sumedang mulai melakukan perbaikan dan pembenahan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa titik sepanjang jalan protokol, kemarin.
Seperti yang terjadi di jalan Ir Soekarno, mulai pertigaan Cibeusi sampai Jalan Tanjungsari terlihat dibenahi. Petugas dari Distamben mulai memperbaiki beberapa PJU yang sudah tidak menyala atau tidak beroperasi dengan normal.
“Beberapa titik PJU di sepanjang jalan protokol dan jalur yang dilintasi pemudik mulai dibenahi. Banyak PJU yang sudah mati atau tidak normal menyalanya. Semuanya kita ganti dengan yang baru. Ini memang program dari Distamben Kabupaten Sumedang. Selain kegiatan perawatan, juga menjelang arus mudik lebaran,” kata petugas lapangan Distamben, Oge Suryana kepada Jatinangor Ekspres, kemarin.
Dikatakan Oge, ada beberapa titik yang menjadi targetan Distamben dalam perbaikan lampu PJU. Hanya saja, katanya, yang lebih diprioritaskan adalah jalan-jalan yang memang rawan terjadi lakalantas. Seperti sepanjang jalan Ir Soekarno sampai Tanjungsari, Cadaspangeran, dan Wado.
“Sebetulnya semua titik PJU menjadi target perawatan dan perbaikan kami. Hanya saja waktunya bertahap,” terangnya.
Diakui dia, kendala yang dihadapi Distamben dalam merawat dan memasang PJU, seperti rawannya tindakan pencurian kabel PJU, dan pengrusakan trafo PJU. Meski pengamanan dan pengawasan dilakukan secara ketat.
“Kendala yang dihadapi memang masih rawan pencurian kabel, tutup lampu, dan trafo. Jadi, masih ada ditemukan lampu yang tidak menyala atau tidak beroperasi. Karena memang dirusak oleh kawanan pencuri,” tambahnya.
Lebih lanjut, katanya, demi menjaga kenyamanan dan keamanan pemudik saat berkendara, pihaknya memastikan dalam waktu dekat ini perbaikan dan penggantian lampu PJU secepatnya selesai.
“Yang namanya barang elektronik tentu tidak bisa diprediksi. Kadang hari ini dipasang besoknya sudah rusak lagi. Bisa jadi karena faktor alam seperti petir, gempa bumi, atau tertimbun pohon. Atau bisa juga karena human eror, kosleting, pencurian dan perusakan,” pungkasnya. (imn)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.