Jatinunggal Bidik Remaja Sokong SPBS

18 July 2010 16:33 WIB
 
0

Merasa ikut bangga dengan di canangkannya Sumedang Puser Budaya Sunda (SPBS),mendorong remaja Jatinunggal menggelar festival band terbuka,hari ini (18/07). Acara yang di gelar di lapangan kantor camat Jatinunggal itu cukup mendapat perhatian dari kaum remaja dari berbagai daerah,seperti Dari Sumedang,Situraja,Darmaraja,Wado dan Majalengka.

Wan Dedi (37),sebagai motivator anak-anak remaja Jatinunggal menuturkan bahwa acara ini di gelar untuk membangkitkan kreatifitas anak muda terhadap dunia seni dan budaya,serta memberi fasilitas untuk mengembangkan potensi lewat musik modern. Selain itu juga dia meminta perhatian pemerintah setempat untuk mendukung program yang berkenaan dengan seni dan budaya.

“Semua ini sebagian dari kami untuk mendukung program SPBS”,ujarnya.

Acara ini tambah menarik dengan tampilnya LIPO Band yang di gawangi para mahasiswa Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung,yang mengusung musik kolaborasi musik modern dan musik tradisional.Tampil memukau penonton dengan lagu Panon hideung yang di aransemen kolaborasi modern dan tradisional. Personal LIPO band yang mayoritas anak remaja mengajak para kaum remaja untuk tidak lupa terhadap musik tradisional,dalam kesempatannya,mereka meminta kepada remaja lain untuk bergabung menjadi remaja yang penuh kreatifitas lewat musik.

Disisi lain acara ini juga di dukung oleh sanggar seni Gema Binangkit,salah satu sanggar seni yang berada di daerah Jatinunggal.Sanggar seni ini sangat memberikan kontribusi yang tinggi terhadap eksistensi seni budaya sunda terutama di daerah Jatinunggal,bahkan sanggar yang pernah mendapat bantuan dari Gubernur ini mampu membangkitkan semangat kaum remaja untuk peduli terhadap seni dan budaya. Sebagai mana yang dituturkan oleh Muhammad Juliaman (46),Ketua Paguyuban Seni Daerah Jatinunggal,dia mengatakan kaum remaja adalah segmen yang pas untuk di didik dan di bina sebagai penerus dan pengawal budaya melalui musik. Dikatakan juga olehnya bahwa kedepan nanti dia menginginkan festival ini tidak hanya menampilkan musik modern tetapi musik yang betul-betul tradisional,tetapi tetap remaja yang membawakannya.