JATIGEDE, HARGA MATI

20 June 2011 07:03 WIB
 
1

Muspida dan Muspika, serta kepala Desa se-wilayah Genangan Hadir dalam Istigosah yang diselenggarakan warga OTD Jatigede. Foto:igun gunawan

DARMARAJA – Jika pembangunan waduk Jatigede masih merugikan masyarakat Orang Terkena Dampak (OTD) Jatigede, Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui DPRD Kabupaten Sumedang, menyatakan siap untuk menghentikan mega proyek berskala nasional itu.

“pemerintah dan dprd untuk menyukseskan pembangunan waduk Jatigede, dengan tidak merugikan warga masyarakat,kalau masih merugikan kami, DPRD, sepakat untuk menghentikan atau tidak jadinya penggenangan proyek jatigede ini.” Ungkap Ketua DPRD Sumedang, Yaya Widarya, dihadapan bupati Sumedang, Anggota DPRD, Camat dan Kepala Desa se-wilayah genangan Jatigede serta elemen masyarakat OTD Jatigede lainnya dalam Istigosah Warga OTD Jatigede di lapang Sukaratu, Kamis (16/06).

Lebih lanjut ia menyebutkan saat ini antara pemerintah kabupaten Sumedang sudah tidak ada lagi jurang pemisah, dalam memperjuangkan hak – hak OTD yang selama ini belum terselesaikan. Pernyataan tersebut setelah dirinya menyikapi telah dibentuknya Forum Komunikasi dan Fasilitasi Penyelesaian Dampak Sosial dan Lingkungan akibat Pembangunan Waduk Jatigede, forum ini langsung diketuai Bupati Sumedang dengan anggota dari unsur – unsur DPRD kabupaten Sumedang, dan unsur perwakilan dari OTD waduk Jatigede sebanyak 14 orang.

Sementara itu bupati Sumedang, Don Murdono SH MSi, menegaskan bahwa proyek Jatigede sepenuhnya dibiayai oleh Pemerintah Pusat melalui APBN, sementara Pemerintah Kabupaten hanya menjadi Fasilitator.

1 COMMENT

  1. sebiknya rencana pmbangunan mega proyek tersebut di hentikan,karena btapa besar kerugian yang akan terjadi khususnya bgi masarakat sekitar Otd,dan umumnya bagi kbupatan sumedang.