Jalan Rusak Ancam Pengguna Jalan

5 January 2013 15:06 WIB
 
0
1202

CISITU – Hujan dan beban berat kendaraan menyebabkan bahu jalan Jalan Rd Umar Wirahadikusumah di betulan Eba, Dusun Nangerang, Desa Cinangsi, Kecamatan Cisitu di bagian kanan dari arah Sumedang mulai rusak.

Hal itu dikeluhkan sejumlah pengguna jalan yang melintas kawasan tersebut. Apalagi, jika hujan turun, jalan yang minim akan penerangan itu. Kerap diselimuti kabut tebal. “Kalau pas hujan turun malam, itu kadang suka ada kabut di jalan Eba, sampai ke Pasirringkik, membuat jarak pandang paling hanya 5-10 meter saja, apalagi disana itu minim akan penerangan jalan umum,” ujar Ade Kusna (35), pengendara yang sengaja menepikan kendaraannya, Kamis (3/1) malam.

Dua pengendara motor tampak hati-hati melintas Jalan Rd. Umar Wirahadikusumah, yang mulai berlobang, Jumat (4/1).
Dua pengendara motor tampak hati-hati melintas Jalan Rd. Umar Wirahadikusumah, yang mulai berlobang, Jumat (4/1).

Selain di kawasan Eba, yang dikenal sebagai daerah labil karena kontur tanahnya bergelombang. Kerusakan jalan pun terjadi mulai Dusun Cipaok, Desa Tarunajaya, hingga Dusun Cieunteung, Desa Cieunteung, Kecamatan Darmaraja, di lajur sebelah kanan dari arah Sumedang.

Pengguna jalan menduga kembali rusaknya jalan yang statusnya sebagai Jalan Provinsi itu imbas dari beban kendaraan yang melebihi kekuatan jalan, selain itu buruknya drinase menjadi penyebab lain jalan jalan mudah rusak.

“Apalagi sekarang banyak proyek, seperti jalan lingkar. Banyak kendaraan pengangkut material proyek yang melintas kawasan itu, hingga tak heran rusaknya hanya sebagian. Karena, kan dari arah Sumedang membawa beban, sementara kembali ke Sumedang, tak ada beban,” kata Dede Hasanah, menambahkan.

Buruknya jalan tersebut membuat dirinya ketakutan ketika pulang beraktifitas, apalagi jika sudah masuk ke dalam lubang yang menganga. Hal itu menurutnya, dapat menyebabkan kendaraannya, mudah rusak. “Jelas was-was sekali kalau pas lintas jalan yang berlobang. Masih mending kalau kesenggolnya ama orang ganteng sih taka pa-apa. Ini mah kan kesenggol ama truk atau kendaraan yang melintas, bisa benjut kepala. Apalagi kalau yang berlubangnya ketutup air, banyak yang terjebak akhirnya,” tukasnya.

Dede berharap, pihak terkait segera dapat memperbaiki jalan. Karena lubang yang menganga sudah terlalu dalam, dan jika dibiarkan akan membahayakan pengguna jalan.

Sementara itu Petugas Pemelihara Jalan pada Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat dihubungi Sumeks melalui selulernya, belum memberikan jawaban terkait kapan akan ada rencana perbaikan untuk jalan tersebut.(ign)