Jajal Batudua, atlet PON asal Papua ini mendarat darurat

5 September 2016 13:30 WIB
 
0

SUMEDANGONLINE: Barnas Warga Dusun Ciawi Rt 02/05 Ds Gunasari Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang  dikagetkan dengan munculnya atlet Paralayang Pra PON XIX yang mendarat darurat di areal pesawahan miliknya, Minggu (4/8).
Saat itu ia tengah memanen padi sekira pukul 13. 30 WIB dikagetkan dengan kemunculan atlet paralayang yang meluncur deras tepat di areal dimana ia tengah memanen padi.
“Saya memang kaget ketika sang pilot paralayang landing tepat di atas saya. Namun karena kejadian tersebut juga pernah terjadi beberapa tahun sebelumnya, ia segera memberi gerakan tangan agar atlit tepat landing areal aman,” ujarnya.
Sementara itu sang Pilot ketika diwawancarai mengaku bernama Sulthon (22) yang  berasal dari kontingen Papua yang akan melaga di PON XIX untuk Cabor Paralayang.
“Saya terkendala cuaca Mas, saya memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat sesaat take off di Batudua Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang bersama dengan rekan-rekan dari kontingen Kaltim, kontingen Jatim, kontingen Riau,” ujar Mahasiswa Semester I di Malang ini.
Pendaratan darurat ini, sebut atlet yang bercita-cita ingin menjadi Pilot Pesawat terbang ini bukan karena salah perhitungan ini, karena murni kendala cuaca.
“Saya melengkapi dengan teknologi semisal Global Positioning System (GPS) mengingat berbagai pertimbangan saya tidak mungkin melanjutkan penerbangan disaat kindisi cuaca seperti ini karena jika dilanjutkan bisa berakibat fatal,” sebutnya.
Atlet yang pernah merebut juara I untuk Trip Of Indonesia di Manado ini sudah mengantongi 1500 kali penerbangan dengan jarak tempuh terjauh mencapai 54 KM pada Pra PON lalu, ia berharap bisa menyabet gelar juara satu pada Cabor Paralayang ini sehingga bisa mengharumkan tanah Airnya di Sentani Papua.
“Saya berlatih keras sebelum hari H pelaksanaan agar bisa menyabet juara I dan dapat mengharumkan Papua Mas,” harapnya. ***