Insiden jarum tertelan. Ini penjelasan kepala desa domisili korban

26 September 2017 15:00 WIB
 
0
Annisa saat melakukan kontrol di RSUD Sumedang, hari ini (26/9/2017).
Istimewa
Annisa saat melakukan kontrol di RSUD Sumedang, hari ini (26/9/2017).

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

SUMEDANGONLINE.COM, SUMEDANG: Terkait adanya kendala biaya operasi penanangan insiden tertelannya jarum pentul oleh seorang siswi SMP Negeri 1 Rancakalong, padahal konon keluarga korban merupakan peserta BPJS.

Menyikapi hal itu Sutisna, kepala Desa Sukamaju Kecamatan Rancakalong dimana tempat domisili korban saat ini menyebutkan secara proses pihaknya sudah melakukan sesuai dengan prosedur yang harus ditempuh. ”Kalau proses, secara prosedural sudah ditempuh dari RT, desa, kecamatan, termasuk Dinas Sosial. Cuman masalah BPJS ada diskomunikasi awal dari orang tua korban. Mereka orang pindahan dari Bogor, sudah memiliki BPJS Umum, jadi ketika diproses BPJS Khusus yang satu hari aktif tidak bisa, karena korban masih mengikuti orang tuanya,” kata Sutisna yang sudah berkonsultasi dengan berbagai pihak untuk menyelamatkan nyawa warganya tersebut.

Memang semula sebut dia, pihak desa mengira jika korban belum memiliki BPJS hingga mereka mengusahakan korban agar masuk ke BPJS Instan. “Tadinya informasi kurang lengkap, kami melayani korban dengan BPJS Instan. Dikira kami, belum masuk BPJS ternyata waktu dia di Bogor sudah ada dan datanya ada di BPJS Sumedang,” imbuhnya.

Meski demikian sebut dia, pihaknya saat ini tengah terus berupaya agar korban segera masuk ke ruang operasi agar nyawanya bisa diselamatkan meski tak menggunakan BPJS. ”Kami dengan Pa Direktur rumah sakit Sumedang sedang mengupayakan agar BPJS bisa segera keluar, tetapi kami tidak bergantung BPJS yang penting korban segera ditangani segera,” tuturnya.

Dia pun menyebutkan bagi yang ingin mendonasikan bantuan bisa mentransfer ke:

Nomor Rekening 0418870641 (BNI) a/n Siti Maria Salim – HP. 0859-5908-5931.

Informasi terakhir, saat ini korban sudah masuk ke ruang perawatan sementara di RSUD Sumedang, sebelum nanti kabarnya akan dirujuk ke rumah sakit di Bandung. ***