Ini pesan Sabam Sirait pada politisi muda, harus jujur

24 November 2017 07:07 WIB
 

JAKARTA – Politisi senior PDI Perjuangan Sabam Sirait berpesan pada para politisi muda untuk jujur dan berpolitik dengan benar dan penuh integritas.

“Berpolitik itu harus jujur, jangan korupsi,” kata Sabam Sirait saat menjadi narasumber dalam Diskusi Kamisan yang digelar DPP Taruna Merah Putih (TMP) di Jakarta, Kamis (23/11).
Selain Sabam, hadir dalam diskusi ini tokoh Angkatan 66 yang juga mantan Ketua Presidium PMKRI Cosmas Batubara dan budayawan yang juga mantan Ketua Umum PB HMI, Ridwan Saidi.
Sementara itu Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cosmas Batubara dalam kesempatan diskusi itu memuji perekonomian tanah air pada era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Dia menyororti terkait investasi ekspor dan impor yang disebut Cosmas sudah mulai menunjukan tanda tanda membaik. ”Investasi naik 7,1 persen. Sementara itu, ekspor melesat 17 persen. Sedangkan impor terakselerasi 15 persen,” sebutnya.

Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat 2017 mencapai 5,3 persen. Meski begitu, Cosmas berharap pemerintah melakukan pemerataan ekonomi.

“Harus mulai ada startup bisnis di desa-desa sehingga tidak terpusat ke kota semua,” sambungnya.

Mantan menteri tenaga kerja era Orde Baru itu menilai pemerintah sudah berusaha keras mewujudkan pemerataan ekonomi.

Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP), Maruarar Sirait mengatakan generasi muda harus belajar dari tokoh senior yang terus berjuang demi tegaknya NKRI. Sebab para senior juga sudah memberi pelajaran penting bahwa persatuan dan kesatuan bangsa berada di atas kompetisi politik. “Tidak ada kita, jika tidak ada para senior,” kata Maruarar Sirait.

Dia memastikan bahwa kelahiran seorang tokoh tidak lah instan. Termasuk tiga tokoh seperti mantan Ketua Umum PB HMI yang kini dikenal sebagai sejarawan dan budayawan Ridwan Saidi, mantan Ketua Presidium PMKRI yang juga mantan menteri di era Orde Baru Cosmas Batubara serta senior GMKI yang juga pendiri PDI di tahun 1973, Sabam Sirait. Ketiga tokoh tersebut lahir dan tumbuh dari perjalanan dan perjuangan yang sangat panjang. ***

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.