Ingatkan Iuran, BPJS Kesehatan Terjunkan 11 Kader JKN di Kabupaten Sumedang

28 March 2018 18:39 WIB
 
0

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

SUMEDANG – BPJS Kesehatan memberikan terobosan untuk mengingatkan para penunggak iuran BPJS, salahsatunya dengan menurunkan tim kader Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada kecamatan yang paling banyak menunggak iuran.

Menurut Muhammad Fajar Muttaqin, selaku Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Sumedang, ada sebanyak 11 orang yang nanti akan diterjunkan untuk bertugas di wilayah kabupaten Sumedang dan sekitarnya.

Para kader JKN itu dikatakan Fajar, nantinya datang dengan mengenakan memakai atribut resmi. Hal itu untuk menghindari para pihak yang mengaku-ngaku sebagai Kader JKN. ”Karena kita juga khawatir, jangan sampai nanti banyak yang mengaku ngaku mereka sebagai kader JKN. Selain atribut mereka juga akan membawa surat tugas dari BPJS Kesehatan dan MoU,” kata Fajar pada wartawan termasuk wartawan Sumedang Online, Fitriyani di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sumedang, Rabu (28/3/2018).

Dari sebelas orang itu sebut dia, setelah dilakuka maping oleh pihak BPJS Kesehatan difokuskan untuk wilayah-wilayah yang memiliki tunggakan terbanyak. Satu kader itu kata Fajar membina lebih kurang 500 orang peserta. “Jadi kalau mereka sudah terpenuhi di satu desa, ya mereka cukup satu desa saja. Tapi kalau belum terpenuhi bisa ke lintas desa atau ke lintas kecamatan,” jelasnya.

Disebutkan dia, efektifitas para petugas itu hingga Februari 2018 ini untuk se wilayah kabupaten Sumedang saja penerimaan iuran JKN sudah menembus angka Rp 300 juta. ”Karena ini pun dipantau nasional, datanya. Karena kan Alindo itu punya sistem, nanti di sistem itu akan di ranking spacenya. Mana yang efektif mana yang nggak. Harapannya itu kan, yang bayar itu belum tentu yang nggak mampu, mungkin juga lupa, malas dan lain sebagainya. Jadi merekalah yang nantinya jadi mitra kita,” sebutnya.

Lebih lanjut, selain sebagai pengingat iuran tim yang diturunkan ke kecamatan itu nantinya akan mempermudah dalam pembayaran iuran. Karena, sebut pajar pihaknya sudah bekerjasama dengan PT Alindo untuk sistem pembayaran. “Jadi mereka, bawa printer mobile yang nyambung dengan aplikasi. Jadi ketika mereka membayar, bisa dilakukan di tempat, dan nanti buktinya adalah struknya. Yang keluar dari printer itu, itu sah,” tandasnya.

Jika masih ragu dia menyarankan agar masyarakat menginstal aplikasi mobile JKN. Sehingga setelah melakukan transaksi bisa dicek langsung melalui aplikasi tersebut, apakah transaksi yang kita lakukan sudah valid atau tidak.

Selain itu, para petugas itu pun mendapat wewenang untuk melakukan pendaftaran peserta. Meski demikian, pihak BPJS menyarankan agar para peserta untuk melakukan pendaftaran sendiri. ”Tapi kalau pun kesulitan akses dan lain sebagainya, boleh juga menitip pada kader JKN,” tambahnya. *** FITRIYANI