Imbas Pengadangan Mobil, Panwas Segera Panggil Oknum Anggotanya

2 April 2018 20:08 WIB
 

SUMEDANG – Ketua Panwaslu Kabupaten Sumedang, Dadang Priatna segera akan memanggil dan mengklarifikasi terkait aduan tim Advokasi Doamu-Esa. Ketua Divisi Hukum dan advokasi tim Doamu-Esa, Taufik Hidayat bersama 5 anggotanya termasuk tim Humas menyatakan secara terbuka dihadapan para awak media, kedatangannya ke Panwas, untuk menyampaikan surat keberatan atas tindakan seorang Panwascam Buahdua pada Sabtu (31/3) sekitar pukul 14.00 yang melakukan pengadangan terhadap mobil yang ditumpangi calon bupati Sumedang Nomor Urut Satu, Dony Ahmad Munir.

”Kita akan mengkaji hasil klarifikasi tim Panwas Kabupaten ke Buahdua, yang sudah berangkat sejak jam 9 hari ini. Selanjutnya nanti kita analisa. Kedua, kita juga akan panggil orang tersebut untuk datang ke Panwas Kabupaten, untuk kita mintai keterangan dan selanjutnya kami bisa memutuskan,” kata Dadang.

”Untuk sementara ini atas dasar spontanitas, lantaran yang bersangkutan hanya ingin bertanya setelah tim melakukan pelatihan saksi ini akan menuju kemana. Kedua anggota kami kan ada yang di lokasi ada yang di luar, tidak menutup kemungkinan yang ada di pelatihan saksi itu belum berkomunikasi dengan sesama temennya yang di sekretariat,” tandasnya.
Di tempat sama, Ketua Divisi Hukum dan advokasi tim Doamu-Esa, Taufik Hidayat kembali menyebutkan kronologis kejadian saat pengadangan berlangsung. ”Pak Haji Dony Ahmad Munir dalam perjalanan seusai menghadiri acara pelatihan saksi, tiba-tiba dihadang oleh yang bersangkutan, di tengah jalan dengan cara seperti kap mobilnya dipegang seolah-olah dengan gerakan memukul-mukul. Atas kejadian tersebut Cabup kami merasa tidak nyaman,” tuturnya.
Dikatakan Taufik saat kejadian, kendaraan Pak Dony tengah dalam perjalanan meninggalkan lokasi pelatihan yang diselenggarakan di Desa Buahdua, ke arah Sumedang melalui Desa Bojongloa.
“Saat dicegat dia hanya mengatakan ‘siapa yang bertanggung jawab!’ dengan nada yang teriak-teriak,” ucapnya.
Taufik yang juga merupakan seorang advokat ulung ini menambahkan, sesuai dengan aturan yang berlaku, tim sudah melampirkan pemberitahuan kepada sejumlah pihak yang berkepentingan dalam suatu kampanye calon. Dirinya pun akan sabar menanti tindak lanjut dari Panwas atas perihal tersebut.
”Barusan kami sudah bicara banyak dan alhamdulillah ada sebuah komunikasi dan koordinasi yang sangat baik. Tinggal kita serahkan kepada pihak Panwas untuk melakukan rapat koordinasi secara internal. Selain itu, kami juga melakukan tembusan kepada KPU dan kepolisian,” katanya.
Rauf Nuryama, Humas Doamu Esa, menyampaikan pesan dari Paslon agar Simpatisan Doamu Esa dapat bersabar dan tidak emosi, dalam menyikapi tindakan oknum panwas kepada Dony. ”Kami sampaikan pesan Pak Dony dan Pak Erwan, agat kepada seluruh Simpatisan Doamu Esa, bersabar dan tidak melakukan tindakan diluar hukum. Karena kasus ini sedang di proses oleh Tim Hukum dan Advokasi”, terang Rauf yang turut hadir di kantor Panwas. ***JR

BACA JUGA  Ade Soal Keputusan Bupati Sumedang

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.