Herman: Jarak Tempuh Jangan Jadi Kendala

16 January 2013 01:11 WIB
 
0

CISITU – Tempat yang jauh antara bangunan SD Negeri Pabuaran dengan siswanya yang saat ini masih banyak tinggal di Dusun Ciumpleng, Desa Cinangsi, Kecamatan Cisitu. Menjadi tantangan tersendiri dalam proses Kagiatan Belajar Mengajar (KBM) di SD Negeri Pabuaran.

“Jarak yang jauh itu jangan menjadi sebuah masalah bagi orangtua untuk menyekolahkan anak-anaknya di SD Negeri ini

Kepala Dinas Pendidikan melakukan gunting pita tanda dimulainya proses KBM di SD Negeri Pabuaran
Kepala Dinas Pendidikan melakukan gunting pita tanda dimulainya proses KBM di SD Negeri Pabuaran

,” papar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman usai gunting pita tanda dimulai dipergunakannya bangunan SD di komplek relokasi penduduk warga Ciumpleng, di Blok Pangrumasan, Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu, Senin (14/1).

PembangunanSD tersebut juga diharapkan dapat menarik penduduk Ciumpleng yang selama dua tahun terakhir para siswanya belajar dengan menempati bangunan darurat yang dibangun karang taruna setempat. Selama itu orangtua siswa enggan pindah dengan salasatu alasan belum adanya pembangunan SD.

Pembangunan baru SD Negeri Cipangrumasan terdiri dari 9 ruangan, 5 diantaranya merupakan bantuan CSR (Corporate Sosial Responsibility) dari Bank BJB, serta 4 ruangan lainnya merupakan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.

Di tempat yang sama Kepala Desa Linggajaya, Ano Sutarno, berharap dengan diresmikannya SD Negeri Pabuaran, dapat memacu para orangtua yang selama ini enggan tinggal di lokasi transmigrasi local dengan alasan belum adanya sarana kegiatan belajar mengajar untuk anak mereka. Bahkan menurut Ano, dengan berdirinya pembangunan SD Negeri Pabuaran di Blok Cipangrumasan, nantinya tak hanya akan dinikmati para siswa korban bencana alam, tetapi juga oleh penduduk setempat.

PROMO CONTENT
loading...