Haul Sang Guru Qolbu: Menaklukan Badai Online dengan Pendidikan Berbasis Kasih Sayang

13 December 2017 15:41 WIB
 
1
Menaklukan Badai Online dengan Pendidikan Berbasis Kasih Sayang
Menaklukan Badai Online dengan Pendidikan Berbasis Kasih Sayang

Pilkada Serentak 2018

SUMEDANG – Acara haul Sang Guru Qolbu, Een Sukaesih yang ke 3 tahun 2017, diselenggarakan secara sederhana tetapi hidmat oleh Yayasan Al Barokah Een Sukaesih dan keluarga di Rumah Pintar Een Sukaesih, Batukarut Cimalaka, Sumedang. Selasa (12/12).

 

Acara haul tahun ini terasa istimewa, karena selain dihadiri keluarga besar Yayasan Al Barokah dan Paguyuban Motekar, juga dihadiri para guru inspiratif se Jawa Barat yakni para nominator dan peraih penghargaan Een Sukaesih Award (ESA) tahun 2017. Hadirin yang hadir saat itu tampak hidmat mendo’akan Sang Guru Qolbu, serta mengenang jasa-jasa almarhumah dan segenap perjuangannya dalam dunia pendidikan.

 

“Almarhumah Ibu Een Sukaesih adalah sosok istiqomah dan qonaah. Beliau adalah guru qolbu yang penuh kasih sayang. Tidak bisa saya bayangkan sakit selama 25 tahun tapi istiqomah menabur kasih sayang kepada anak-anak didiknya. Keluarganya pun begitu penuh perhatian mengurus beliau,” ujar Endang Yuli Poerwati, salah seorang peraih ESA Tahun 2017.

 

Yuli maupun para alumni ESA lainnya tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk menggali semangat dan jejak Sang Guru Qolbu dari rumah cinta Ibu Een Sukaesih. “Masyaalloh ada yang harus aku pelajari dan dapatkan dari rumah cinta Ibu Een. Aku jadi rindu untuk datang kembali kesini dan belajar cinta sejati, agar aku pun bisa memberikan cinta di madrasahku. Akan kubangkitkan semangat Een Sukaesih pada anak-anak yang dititipkan Alloh SWT melalui jantung hatiku,” ungkap Yuli penuh makna.

 

Menurut Lilis Widaningsih, salah seorang Pembina Yayasan Al Barokah di Sumedang, acara haul tersebut dilaksanakan sebagai bentuk rasa cinta kepada almarhumah dengan mengirimkan doa terbaik untuknya. “Di sisi lain, melalui haul ini diingatkan kembali pikiran dan tindakan almarhumah dalam mengembangkan pendidikan berbasis kasih sayang,” kata Lilis.

 

Dijelaskan, dengan hadirnya para alumni ESA tahun 2017 pada acara haul kali ini, diharapankan dapat terjalin jejaring komunikasi antar komponen yang memiliki kepedulian dan komitmen untuk lebih menguatkan dan melanjutkan perjuangan Sang Guru Qolbu dan menjaga keberlanjutan kegiatan di Rumah Pintar Een Sukaesih.

 

Sebelumnya, pada hari Sabtu (9/12) Yayasan Al Barokah, Paguyuban Motekar dan alumni ESA menggelar diskusi pendidikan di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Melalui diskusi tersebut dibedah pokok-pokok pikiran dan jejak langkah Een Sukaesih dalam mengembangkan pendidikan berbasis kasih sayang.

 

“Sebelum haul kami sudah berdiskusi dengan para alumni ESA. Selain mentransformasi pikiran dan jejak langkah Sang Guru Qolbu, kesempatan tersebut kami manfaatkan untuk membangun komitmen bersama guna mensosialisasikan dan mendiseminasikan pendidikan berbasis kasih sayang ke segenap penjuru Jawa Barat. Teman-teman alumni ESA siap menjadi agen Guru Qolbu di daerahnya masing-masing,” kata Herman Suryatman, Ketua Pembina Yayasan Al Barokah melalui sambungan telepon dari Jakarta, Rabu (13/12).

 

Herman mengatakan, di era digital dengan badai onlinenya yang membuat tatanan sosial, terutama di dunia anak-anak, penuh dengan kerapuhan, ketidakpastian, kompleksitas dan ambiguitas, maka pendidikan berbasis kasih sayang bisa menjadi vaksin efektif bagi anak-anak agar memiliki imunitas tinggi dalam menghadapi badai online.

 

“Kami bersama para alumni ESA berkomitmen untuk terus menyemai pendidikan berbasis kasih sayang yang dicontohkan oleh Ibu Een Sukaesih. Ini adalah vaksinasi sosial yang akan menyelamatkan anak-anak kita dari dampak negatif badai online. Jangan sampai orang tua dan guru dalam mendidik anak-anak tersisih oleh teknologi. Kita harus taklukan badai online dengan pendidikan berbasis kasih sayang. Mari kita sirami anak-anak dengan kasih sayang, baik di sekolah, di rumah maupun di lingkungan masyarakat,” pungkas Herman.

1 COMMENT