Hasil validasi, 247 rumah tak mungkin dihuni

"Jadup ini besarnya Rp. 10.000 per jiwa selama 90 hari. Juga akan diberikan bantuan lainnya perlengkapan rumah tangga."
Bupati Sumedang, H Eka Setiawan

6 October 2016 02:14 WIB
 
0
Rakor Forkopimda Kabupaten Sumedang di Ruang Rapat Bupati, Gedung IPP, Rabu (5/10), yang membahas hasil rapat teknis penanganan dampak bencana.
Humas Setda Sumedang
Rakor Forkopimda Kabupaten Sumedang di Ruang Rapat Bupati, Gedung IPP, Rabu (5/10), yang membahas hasil rapat teknis penanganan dampak bencana.

SUMEDANGONLINE: Berdasarkan hasil validasi data di lapangan, dalam Rakor Forkopimda Kabupaten Sumedang di Ruang Rapat Bupati, Gedung IPP, yang membahas hasil rapat teknis penanganan dampak bencana, Rabu (5/10/2016) . Muncul angka tempat tinggal warga yang harus segera direlokasi ke Huntara sebanyak 247 unit.
“Dari 852 rumah yang terkena dampak bencana, sebanyak 247 rumah sudah tidak mungkin lagi dihuni pemiliknya karena ada yang sudah tertimbun atau rusak. Jadi jumlah ini yang mendapat prioritas untuk tinggal di Huntara,” kata Bupati Sumedang, H Eka Setiawan.
Lebih lanjut ia menyebutkan, untuk pemenuhan kebutuhan warga selama berada di Huntara, Pemkab Sumedang akan mengajukan permohonan bantuan jaminan hidup (Jadup) dan perlengkapan rumah tangga (dapur) kepada Kementerian Sosial.
“Jadup ini besarnya Rp. 10.000 per jiwa selama 90 hari. Juga akan diberikan bantuan lainnya perlengkapan rumah tangga,” katanya.
Pemkab Sumedang juga tengah mengupayakan pemenuhan sarana prasarana di Huntara mengingat belum tersedianya pasokan listrik dan air.
“Dana untuk pemasangan instalasi listrik sudah ada di PLN. Namun jaringannya harus ada izin karena melewati tanah Perhutani. Sekarang sedang diproses. Sedangkan untuk air ditangani oleh PDAM,” tuturnya. (hms)