Harga Telur, Fluktuatif

18 July 2011 20:29 WIB
 
0
Dua orang pembeli tampak sedang asyik memilih barang beliannya. Foto:Igun Gunawan

WADO – Harga telur di pasar Wado dan Darmaraja mulai merangkak naik dari Rp 15 ribu per-kilogram menjadi Rp 17 ribu per-kilogram, penyebabnya karena pasokan yang kurang dari distributor telur ke dua pasar tersebut. Sementara di pasar Tarikolot Kecamatan Jatinunggal justru Telur mengalami penurunan harga dari Rp 16 ribu menjadi Rp 15 ribu.

“Yang naik itu harga telur dari semula Rp 15 ribu per-kilogram menjadi Rp 17 ribu perkilogram itu karena pasokan yang kurang, karena biasanya mereka mengirim 1 hari 2 kali, tetapi sekarang 2–3 hari baru ngirim itu pun hanya satu kali,” kata Juharma (70) pemilik Kios di los 40 pasar Wado.

Selain telur yang mengalami kenaikan cukup tinggi adalah komoditas pala, harga pala dari semula Rp 170 ribu naik menjadi Rp 200 ribu, disinyalir penyebab kenaikan harga pala tersebut karena memasuki bulan Ramadhan untuk daging.

Tomat pun menjadi barang langka di pasar Wado, sebelumnya menurut Juharma harga Tomat berkisar Rp 3 ribu per-kilogram sekarang justru naik 100 persen menjadi Rp 6 ribu.

“Naiknya harga tomat karena para petani kemungkinan sudah panen, sehingga sekarang langka. Kalau dulu bisa dijual Rp 3 ribu per-kilogram sekarang naik menjadi Rp 6 ribu,” paparnya.