Guru Olahraga Dikirim ke UPI Sumedang

9 January 2013 01:51 WIB
 
0
997

KAIMANA – Sebanyak 40 calon mahasiswa akan melaksanakan studi di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Sumedang khusus untuk guru Olahraga, Senin (7/1) kemarin, dilepas Wakil Bupati (Wabup), Burhanudin Ombaer, S.Sos, di Aula SMA Negeri Kaimana.

Ilustrasi
Ilustrasi

Dalam sambutannya Wabup mengatakan, persoalan pendidikan masih menjadi perhatian pemerintah dalam tahun anggaran 2013 ini. Pendidikan, menurut Wabup, menjadi hal yang penting untuk tetap diperhatikan oleh pemerintah, agar pada tahun-tahun mendatang, kualitas sumber daya manusia Kaimana, bisa sejajar dengan wilayah lain di Papua.

Di depan para calon mahasiswa, Wabup Ombaer sangat konsen dengan dunia pendidikan ini, memesan ke seluruh calon mahasiswa yang akan mengenyam pendidikan di UPI Sumedang agar kesempatan emas ini dapat dipergunakan seoptimal mungkin.

Pemerintah daerah sangat berharap agar setelah menamatkan diri dari lembaga pendidikan tinggi ini, dapat mengabdikan diri untuk kemajuan pendidikan di Kaimana, khususnya prestasi di bidang olahraga. “Karena kita ketahui, Kaimana telah mengukir prestasi di beberapa bidang olahraga, baik untuk Kabupaten ini maupun Provinsi Papua Barat, bahkan negara ini,” sebut Wabup.

Sekedar diketahui, sebanyak 40 calon mahasiswa yang dikirim ke PGSD UPI Sumedang ini, akan mengenyam pendidikan Sarjana Strata 1. Sementara, dalam sidang APBD tahun 2012 lalu, melalui Dinas Pendidikan, program sekolah guru olahraga ini, diusulkan oleh instansi ini, dalam rangka menjawab kekurangan tenaga guru olahraga. Maka, melalui program Dinas Pendidikan, mengusulkan program pengiriman 20 anak Kaimana, untuk menjadi guru olahraga.

Namun dalam sidang paripurna APBD tahun 2012 lalu, dalam pandangannya di depan forum paripurna, Fraksi Amanat Perjuangan, mendesak pemerintah agar menambah quota pengiriman jumlah tersebut menjadi 40 orang. Hal itu akhirnya menjadi bahan petimbangan pemerintah. Dan dari hasil hearing antara alat kelengkapan dewan dengan Dinas Pendidikan serta TAPD, akhirnya diakomodir dalam APBD tahun anggaran 2013 ini. Meski sebanyak 40 calon mahasiswa yang telah dikirim pemerintah ke PGSD UPI Sumedang, warga pun berharap, Dinas Pendidikan, tidak lagi menumpukan tenaga pengajar hanya di Kota Kaimana saja, tetapi harus disebarkan hingga ke pelosok kampung-kampung yang saat ini sangat kekurangan tenaga pengajar.(nic)

sumber : radartimika