Gunung Es, Seks Bebas, dan Pernikahan

7 February 2013 15:12 WIB
 
0
Ilustrasi
Ilustrasi

Memiliki lingkungan yang kondusif untuk tumbuh dan berkembang tentu menjadi cita-cita bersama. Sesuai dengan fitrah manusia, lingkungan yang tentram jauh dari kemaksiatan akan diimpikan. Hal ini sejalan dengan visi Kabupaten Sumedang untuk menjadi kabupaten yang agamis. Namun seperti sudah menjadi rahasia umum, perilaku seks bebas marak terjadi di dua titik kawasan pendidikan Kabupaten Sumedang. Jatinangor sebagai pusat pendidikan nasional dengan 3 institusi perguruan tinggi negerinya serta kawasan angkrek di pusat kota Sumedang sebagai alternatif pendidikan tinggi tingkat lokal di kawasan timur Jawa Barat.

Dari hasil razia yang dilakukan Polsek Jatinangor,  terjaring enam pasangan bukan muhrim (Sumedang Ekspres 28 /01/13). Mereka adalah pasangan mahasiswa dan masyarakat umum yang diduga kumpul kebo karena tidak bisa menunjukkan surat nikah. Razia ini dilakukan dengan menyisir tempat kos beserta hotel melati di seputar Jatinangor. Namun seperti diketahui bersama, hasil tersebut menyimpan potensi  fenomena gunung es. Tentu masih banyak pasangan tidak syah yang lolos dari razia tersebut dengan berbagai alasan.

Tidak jauh dengan kawasan pendidikan berlevel nasional, kawasan angkrek sebagai pusat pendidikan level lokal pun merujuk pola yg sama.  Warga yang tinggal di sekitar tempat kosan di wilayah Sumedang kota , dibuat geram oleh ulah penghuni kosan yang kerap memasukan tamu laki-laki yang berbeda pada malam hari. Warga menduga kosan tersebut digunakan sebagai tempat mesum (Kabar priangan, 28/01/13)

PROMO CONTENT
loading...