Gula Merah Wado Marema

28 August 2010 11:49 WIB
 
2

Sejak awal Ramadhan konsumsi masyarakat terhadap makanan yang manis manis tentu meningkat. Hal ini memberi dampak positif kepada peningkatan omset penjualan Gula Merah produk Wado. Saat ini di pasaran, gula wado dengan keharuman yang khas dijual Rp 20.000-Rp 24.000/kg.  Meski harganya jauh lebih mahal dibanding gula sejenis lainnya, Gula Wado tetap diminati karena memiliki keharuman yang khas.  Gula Wado banyak cari masyarakat untuk membuat kue lebaran maupun minuman sajian buka puasa seperti kolak, candil, dodol, dan manisan lainnya.

Gula Wado ini sebenarnya diproduksi di Kecamatan Jatinunggal, hanya saja lebih dikenal sebagai Gula Wado karena Jatinunggal dulunya memang bagian dari Kecamatan Wado.  Perajin gula wado berpusat di Desa Cimanintin, Cidarma, Cipeundeuy, Ciwalur, dan Banjarsari, Kec. Jatinunggal.

Keahlian mereka dalam membuat gula merah diperoleh secara turun-temurun karena dukungan bahan baku yang diperlukan memang melimpah disediakan alam Wado, dsk seperti Aren. Saking terkenalnya, gula merah produksi warga Wado disebut dengan gula wado.

Anehnya, justru di pengrajin harga gula wado Rp.4.000-5.000/bonjor atau  Rp 13 ribu-Rp 15 ribu/kg. Jika sudah masuk ke pasar, harganya melonjak hingga tembus Rp 20 ribu/kg. Sedangkan menjelang hari raya keagamaan seperti Lebaran, harga gula wado bisa tembus sampai kisaran Rp 24 ribu/kg.

2 COMMENTS

  1. Cidarma adalah sebuah kampung yang terletak di kawasan ds cipeundeuy jatinunggal. Sumedang. Cidarma terletak di lembah di kelilingi bukit2. Penghasil gula aren yg terkenal di sumedang. Juga di wilayah lain. Juga penghasil pangan .hasil bumi. Padi .dll

  2. Saya dulu adalah tukang nyadap kawung. Sedikit sy menerangkan cara membuat gula aren. Pertama membuka istilah urang sunda. Mukaan leungeun kawung. Di tinggur. Stlah cukup waktu nya. Di pagas .di wadahan lodong/katung. Terus di taheur dna kancah