Gerharana Bulan, Gubernur Jabar Sebut Sebagai Media Pembelajaran

1 February 2018 02:22 WIB
 
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan saat diwawancara wartawan, usai acara Launching Ikan Mas Marwana dan Nila Nirwana III, Penebaran Benih Ikan yang ke-10 Juta Ekor dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan, di Lapang Sembada Desa Sukaratu, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (1/9/2016).
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan saat diwawancara wartawan, usai acara Launching Ikan Mas Marwana dan Nila Nirwana III, Penebaran Benih Ikan yang ke-10 Juta Ekor dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan, di Lapang Sembada Desa Sukaratu, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (1/9/2016).

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengajak masyarakat untuk mensyukuri adanya fenomena alam Gerhana Bulan, mengagungkan Allah SWT dan menjadikannya sebagai media pembelajaran / ibroh serta mendorong minat sains.
Hal itu dikatakan Heryawan usai melaksanakan shalat sekaligus menyaksikan langsung fenomena alam gerhana bulan bekerja sama dengan Badan Hisab Rukyat Daerah Jawa Barat di Mesjid Al-Muttaqin, Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (31/1/2018).
“Dua tanda kebesaran Allah diantaranya adalah bulan dan matahari, semua fenomena alam adalah kehendak-Nya dan mari kita cermati bersama sebagai media pembelajaran untuk kita semua,” kata Aher dalam keterangan pers, Rabu (31/1/2018).
Terlebih, merujuk Himbauan Dirjen Binmas Kementerian Agama, masyarakat sangat disarankan (sunnah muakkad) untuk shalat, mendengarkan khutbah, serta memperbanyak dzikir.
Aher mengatakan, semua elemen di Jabar harus bersyukur dengan cara melipat gandakan ikhtiar dalam mengelola alam semesta. Menjadikan momentum kebesaran Allah Swt tersebut sebagai titik tolak dalam mengelola bumi Jawa Barat dengan pengelolaan yang berkesinambungan untuk masa depan yang lebih sejahtera. ***

BACA JUGA  Katulampa Siaga I, Masyarakat Diminta Waspada

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.